godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Desember 2 2020
Home / Investigasi / Lsm Arak : TP4D Tak Serius, Proyek Penangulangan Banjir Kaligunting Rp 130 Milyar Jadi Bancaan
REKANAN BBWS BRANTAS : Kantor PT. Tirta Restu Ayunda Jl. Sidosermo PDK V A/21 Surabaya – Indonesia. Rekanan BBWS Brantas.

Lsm Arak : TP4D Tak Serius, Proyek Penangulangan Banjir Kaligunting Rp 130 Milyar Jadi Bancaan

SURABAYA (NusantaraPosOnline.Com)-Kordinatot Lsm Aliansi rakyat anti korupsi (Lsm Arak), Jawa timur, Safri nawawi, menyebutkan bahwa kerja Tim Pengawalan , Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Jawa timur (Kejati Jatim). Tidak serius dalam melakukan tugasnya. Justru malah sebaliknya, menjadi tempat berlindung para pejabat Balai besar wilaya suangai Brantas (BBWS Brantas) dan rekananya, dalam melakukan prakte KKN.

Hal ini terbukti, beberapa proyek dilingkungan BBWS Brantas, yang berada dibawah pengawalaan dan pengamanan tim TP4D Kejati Jatim. Banyak terjadi penyimpangan, mulai dari tahap pelelangan, hingga pelaksanaan, tapi tidak pernah tersentuh oleh hukum.

Misalnya pada peroyek pengendalian banjir kali Gunting, yang dibiayai dari APBN 2016 sebesar Rp 130.003.759.000. Proyek berlokasi di Kali gunting, yang tersebar di tiga kecamatan, di Kabupaten Jombang, yaitu Kecamatan Mojowarno, Mojoagung, dan Sumobito.

Proyek tersebut dikerjakan  oleh PT Brantas abipraya (PT BA), dan PT  Tirta restu ayunda (PT TRA) KSO, dengan nilai kontrak Rp 24.165.315.000.  Masa pengerjaan 720 hari kalender, mulai dikerjakan pada akhir tahun 2016, sampai saat ini proyek sedang dalam pengerjaan.

Menurut Safri, dari temuan kami, dipastikan pekerjaan parapet dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, misalnya berlokasi di sebelah hilir jembatan Kebonsari, Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung (Depan SMK Farmasi). Dan di lokasi Kecamatan Sumobito, bisa kami pastikan pekerajaan parapet di titik tersebut, tidak sesuai spesifikasi. Katanya.

Pada pekerjaan pembuatan Parapet tersebut, seharusnya mengunakan beton ready mix mutu K-175, tapi kenyataan dilapangan beton yang digelar dipastikan jauh dibawah K-175. Yang cara mengaduk semen hampir semuanya mengunakan molen (mesin pengaduk semen). Untung saja tidak diaduk mengunakan cangkul atau manual.

Menurut Safri, kami bisa pastikan Parapet tersebut tidak sesuai spesifikasi, dari hasil pemantauan kami saat pengerjaan pengecoran yang mengunakan molen. Komposisi campuran material (batu, pasir, semen, dan air) dibawah takeran (ukuran) mutu K-175. Karena adanya pengurangan bahan material semen (ada pengurangan campuran semen) oleh kontraktor pelaksana.

Selanjutnya Safri, menyebutkan dari hitungan kami, setiap 12 meter (per 12 meter) Parapet, yang tingginya 100 Cm, diduga ada pengurangan 12 Zak semen kemasan 40 Kg. Sedangkan parapet yang tingginya 150 Cm, ada pengurangan sekitar 16 zak semen kemasan 40 Kg, dan untuk parapet yang tingginya 200 Cm, ada dugaan pengurangan sekitar 22 zak semen kemasan 40 Kg. Jadi tinggal dihitung saja, berapa panjang dan ketinggian Parapet yang dibangun. Semakin panjang dan tinggi parapet yang dibangun, semakin banyak pengurangan campuran semen.

Bukan hanya campuran semen, yang dikurangi, pembesian parapet juga diduga mengunakan besi oplosan, yaitu besi yang ber standar SNI diduga dioplos dengan besi yang tidak SNI atau besi banci.

“Adanya pengurangan semen pasti akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas Parapet. Dan pasti merugikan Negara. Ironisnya proyek ini dibawah pengawalan dan pengamanan TP4D Kejati Jatin. Penyimpangan dibiarkan terjadi, oleh TP4D Kejati Jatim. Ini cerminan tidak seriusnya TP4D dalam mengawal proyek yang dibiayai dari uang rakyat. Sehingga proyek menjadi ajang bancaan oleh pejabat BBWS Brantas dan Kontraktor” Ujar Safri.

“Sebetulnya kalau TP4D Kejati mau membongkar kasus ini sangat tidak sulit, lakukan saja tes laboratorium tehadap bangunan Parapet tersebut. Kami yakin seyakin-yakinya bahwa beton Parapet tersebut jauh dibawah mutu K 175. Bukanya saya menggurui, saya yakin jaksa-jaksa di Kejati Jatim,  lebih banyak pengalaman dalam menangani perkara. Tapi masalahnya apakah TP4D Kejati Jatim, ini betul-betul mau bekerja secara profesional.” Kata Safri.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, saya tidak yakin TP4D Kejati Jatim, akan mengusut kasus penyimpangan proyek penangulangan banjir Kaligunting. Karena banyak kasus-kasus penyimpangan proyek dilingkungan BBWS Brantas, yang dilaporkan ke Kejati, maupun Kejaksaan negeri, tidak ada penanganan hukum yang jelas.

Sementara proyek dilingkungan BBWS Brantas, rata-rata bermasalah, proyek dilingkungan BBWS Brantas, hanya dikuasai tiga orang pengusaha (kontraktor) ber inisial FS, GF, YS. Tiga mafia proyek ini memiliki banyak perusahaan untuk mengikuti paket lelang di BBWS Brantas. Saampai hari ini juga tidak tersentuh oleh hukum. “Dari tahun-ketahun yang mengerjakan proyek-proyek dilingkungan BBWS Brantas, hanya dimonopoli tiga orang yaitu FS, GF, YS. Tiga orang tersebut, mempunyai banyak perusahaan, tapi dalam satu kendali.

“Kami berharap, agar TP4D, ini tidak hanya pepesan kosong, jangan biarkan penyimpangan terus terjadi di BBWS Brantas, agar para pejabat di lembaga itu tidak memperkaya diri sendiri. Rakyat yang menggaji para jaksa pastinya sangat menunggu kinerja yang baik dari TP4D Kejati Jatim” Uacap Safri.

Pantauan NusantaraPosOnline.Com, dilapngaan tehadap proyek penangulangan banjir kali Gunting, secara kuantitas hasil pekerjaan Parapet, yang sudah selesai dikerjakan tersebut sangat buruk, bentuk Parapet tersebut, banyak yang bengkok-bengkok, kayak ular. Secara kwalitas juga sangat buruk, permukaan beton Parapet, banyak yang berlubang mirip sangkar semut, pretel, dan retak-retak.

Karena buruknya kualitas beton Parapet, sehingga terpaksa harus diplester atau di aci. Agar permukaan beton terlihat agak mulus.

Hingga berita ini diturunkan kepala BBWS Brantas, Fauzi Idris, dan Pejabat  pembuat komitmen (PPK) sungai dan pantai, Ali Trusharyanto, ST.  Bersama rekananya, yaitu Direktur PT Brantas abipraya (PT BA Persero), dan Direktur PT Tirta restu ayunda (PT TRA), dan Direktur PT Indra karya (PT IK persero), di konfermasi masih bungkam, belum memberikan tangapan. (yan)

Inilah sedikit contoh permukan beton Parapet, proyek yang berada dibawah pengaman dan pengawalan TP4D Kejaksaan Tinggi Jawa timur :

TRANSPARAN YANG ANEH : Saking kreatifnya dan transparan rekanan BBWS Brntas, dalam membuat papan nama peroyek. Mencantumkan TP4D Kejati Jatim. Tapi sayang rekanan tidak transparan mencantumkan tanggal mulai pengerjan dan tanggal akhir pengerjaan.

Check Also

Ada Mafia Hukum Dikasus Limbah B3 Di Jombang

Jombang, Tempat Penampungan Ilegal Limbah B3 Terbesar Di Jatim JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kordinator Lsm Aliansi Rakyat anti …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!