Hukrim  

Mantan Bupati Probolinggo Puput Dan Suaminya Hasan Didakwa Terima Suap Rp 350 Juta

Ini wajah pasangan suami istri Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari bersama suaminya Hasan Aminuddin anggota DPR RI dari Fraksi NasDem yang juga mantan bupati Probolinggo. Foto : Ist

SIDOARJO, NusantaraPosOnline.Com-Sidang perdana kasus korupsi Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari bersama suaminya  Hasan Aminuddin yang merupakan anggota DPRR RI, berlangsung hari ini. Selasa (25/1/2022) kemare.

Sidang perdana kasus jual beli jabatan ini digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang berlangsung secara online. Majelis Hakim, memimpin sidang dari ruang sidang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, dan tim JPU dari KPK juga penasehat hukum terdakwa juga hadir di ruang sidang.

Sementara pasangan terdakwa Puput bersama suaminya Hasan Aminuddin mengikuti sidang secara daring lantara mereka berada di tahanan KPK. Tampak menghadiri sidang melalui layar monitor yang terpasang di ruang sidang.

Dalam sidang Jaksa Penuntut Umum KPK, Wawan Yunarwanto membacakan dakwaannya. Berdasarkan berkas dakwaan yang diunggah pada situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, menyebutkan :

“Bahwa terdakwa Puput Tantriana Sari selaku Bupati Probolinggo bersama-sama dengan terdakwa Hasan Aminuddin selaku anggota DPR RI serta Doddy Kurniawan selaku Camat Krejengan dan Muhamad Ridwan selaku Camat Paiton telah menerima hadiah uang sebesar Rp 360 juta,” Sebut JPU  Wawan.

Dalam sidang itu jaksa membacakan dakwaan primer Pasal 12 ayat (a) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam dakwaan tersebut, Puput dan Hasan diduga menerima suap atau gratifikasi senilai Rp 360 juta untuk sesuatu dalam jabatannya.

Dan dakwaan Alternatif Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan pasal ini, Dengan pasal ini, Puput dan Hasan didakwa telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai pemerintah daerah demi suap.

Selain Puput dan Wawan, terungkap dua terdakwa lain yaitu Camat Krejengan, Doddy Kurniawan serta Camat Paiton. Mereka berdua turut menerima suap atas praktik jual beli jabatan yang terjadi di Kabupaten Probolinggo ini.

“Yaitu menerima hadiah berupa uang yang seluruhnya sebesar Rp 360 juta, dari Sumarto, Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Kho’im, Akhmad Saifullah, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nurul Huda, Hasan, Sahir, Sugito, dan Samsudin,” papar dakwaan tersebut.

Kasus yang membelit pasangan suami istri Puput dan suaminya Hasan, bermula pada Senin 30 Agustus 2021 silam, Pupu dan suaminya Hasan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Puput bersama suaminya Hasan yang tak lain adalah anggota DPR RI dari Fraksi NasDem serta mantan Bupati Probolinggo tertangkap basah saat bertansaksi jual beli jabatan.

Saat diamankan oleh petugas KPK, DK dan SO membawa uang sejumlah Rp 240 juta dan proposal usulan nama untuk menjadi penjabat kepala desa, yang diduga berasal dari para ASN di Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang menginginkan posisi untuk menjabat Kepala Desa di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. (Ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!