godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Oktober 26 2021
Home / Nasional / Mantan Jubir KPK, Tegaskan TWK Pegawai KPK Penuh Kejanggalan
Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Mantan Jubir KPK, Tegaskan TWK Pegawai KPK Penuh Kejanggalan

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah secara tegas berpendapat bahwa Tes wawasan kebangsaan penuh dengan kejanggalan.

Hal ini berkaitan dengan informasi Giri Suprapdiono, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK yang dinyatakan tidak lolos tes kebangsaan dan terancam dicopot dari KPK.

Febri menyebutkan kalau sosok giri adalah salah satu pejabat KPK yang cakap. “Desember 2020 menerima penghargaan Makarta Bhakti Nagari award. Lulusan terbaik pelatihan kepemimpinan nasional II angkatan XVII di LAN,” ujarnya Febri melalui akun twitter @febridiansyah, Sabtu (20/5/2021).

Dia menjelaskan bahwa Giri sudah mengabdi di KPK sejak 2005 dan menerima sejumlah penghargaan, menjadi narasumber tentang wawasan kebangsaan dan antikorupsi di Sekolah Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sekolah Pimpinan (Sespim) Polri, serta di Badan Intelijen Negara (BIN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Sekarang ia masuk dalam daftar 75 nama pegawai KPK, yang dikabarkan tidak lolos tes kebangsaaan, terancam disingkirkan dari KPK karena TWK kebangsaan kontroversial,” tuturnya.

Semantara itu Mantan Anggota Ombudsman, Alamsyah Saragih, mengatakan bahwa TWK yang menjadi syarat alih status pegawai KPK banyak menyimpan masalah.

Alamsyah, menyebutkan, setidaknya ada tiga masalah berkaitan pelaksanaan TWK kepada pegawai KPK. “Pertama, masalah relevansi materi pertanyaan-pertanyaan. Kedua, metode, dan Ketiga, kompetensi asesor,” kata Alamsyah.

Awalnya Alamsyah, tidak menyangka TWK akan menjadi satu parameter untuk migrasi pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Berdasarkan pengalamannya ketika bertugas di Ombudsman dalam menyusun jenjang jabatan asisten pemeriksa, tes psikologi untuk kompetensi manajerial memiliki instrumen yang banyak dan alat ukurnya sudah teruji. “Sehingga saya tidak meragukan. Kalibrasi sudah makin akurat, cukup presisi. Namun, TWK memiliki beberapa referensi. Salah satunya indeks moderasi bernegara (IMB) yang biasa digunakan dalam rekrutmen TNI AD.” Ujarnya.

Alamsyah pun mencontohkan salah satu polemik yang pernah mencuat, yaitu seorang taruna yang diisukan memiliki paham radikalisme. Tapi, taruna tersebut lolos rekrutmen karena nilai IMB-nya dianggap bagus. Dalam TWK pegawai KPK, BKN juga melakukan profiling. Alamsyah menilai profiling tersebut tidak adil. “Oleh karena itu saya mempertanyakan model apa yang digunakan untuk melakukan profiling seribuan pegawai. Apakah semua harus diperlakukan sama? Atau Tidak. Ada yang didatangi aparat tertentu, dicek rumahnya. Apakah 1.000 orang dicek ? Tidak mungkin. Ini kan sudah jadi pertanyaan tentang metode, valid atau enggak, bias kepentingan atau enggak,” Tuturnya. (Bd)

Check Also

Tol Bisa Dibeli Swasta Rezem Dianggab Hanya ‘Mandor’ Dan Tukang ‘Gebuk’ Ini Kata Pengamat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kebijakan pemerintah Jokowi terkaitinfrastruktur jalan tol yang dijual ke pihak swasta. Mendapat sorotan miring …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!