godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , November 20 2019
Home / Hukrim / MK Tolak Gugatan Uji Materi UU Narkotika, Yang Diajukan Terpidana Mati
Hakim Mahkama konstitusi Arief Hidayat

MK Tolak Gugatan Uji Materi UU Narkotika, Yang Diajukan Terpidana Mati

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Majlis hakimMahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan gugatan uji materi Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 (UU Narkotika) yang diajukan terpidana mati kasus narkotika.

Adapun pertimbangan MK di antaranya tindak pidana narkotika sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat, bangsa, negara.

Hakim konstitusi Arief Hidayat menyebutkan, tindak pidana narkotika telah menjadi kejahatan iransnasional dengan modus operandi tinggi dan teknologi canggih.

“Kejahatan ini telah berkembang menjadi kejahatan terorganisasi yang mengakar kuat dalam masyarakat,” papar Arief dalam sidang pembacaan putusan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (23/10) lalu.

Menurut dia, dalam konteks Indonesia, kita tidak perlu ragu sama sekali untuk menyatakan bahwa kejahatan narkotika merupakan ancaman nyata terhadap upaya negara untuk mewujudkan cita-cita nasional tutur Arief.

Apalagi, Indonesia telah menjadi negara pihak dalam Konvensi Narkotika dan Psikotropika melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1997 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika, 1988.

Dilihat dari perspektif Konvensi Narkotika dan Psikotropika, ujar Arief , menerapkan ancaman pidana maksimum untuk tindak pidana narkotika dan psikotropika tertentu bagian dari pemenuhan kewajiban internasional Indonesia yang lahir dari Konvensi Narkotika dan Psikotropika.

Sementara itu menurut pemohon uji materi, Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika diundangkan dengan tujuan supaya tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika serta pelaku narkotika, disamakan penjatuhan pidananya dengan tindak pidana lainnya.

Oleh karena itu pemohon menilai frasa “pidana penjara” dalam Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika telah bertentangan dengan Pasal 28 D Ayat (1) Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945 karena menimbulkan ketidakpastian hukum karena tidak ada tafsir yang jelas terhadap frasa “pidana penjara” tersebut.

Pemohon uji materi atas nama Andi alias Aket bin Liu Kim Liong telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum sebagai perantara dalam jual-beli atau menerima narkotika golongan I berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Banten Nomor 109/PID/2018/PT BTN tanggal 9 Januari 2019, dengan amar putusan yang intinya menjatuhkan hukuman mati kepada Andi alias Aket bin Liu Kim Liong. (bd)

Check Also

KPK Tahan Bos Dealer Mobil Mewah Darwin Maspolim, Terkait Kasus Restitusi Pajak

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Bos deler mobil mewah Darwin Maspolim, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *