godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , September 27 2020
Home / Pemerintah / OPD Pemprov Jatim Kompak Minta Tambahan Anggaran Rp 951 Miliar
Ilustrasi APBD Jawa Timur

OPD Pemprov Jatim Kompak Minta Tambahan Anggaran Rp 951 Miliar

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Ditengah masa pandemi covid-19 dimana kondisi perekonomian masyarakat dan keuangan daerah Pemprov Jatim yang sedang sulit,malah Organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim justru kompak minta tambahan anggaran yang nilainya mencapai kisrana Rp 951 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam pembahasan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Jawa Timur tahun 2020. Dalam laporan badan anggaran yang dibacakan Mirza Ananta, diketahui ada kenaikan di pos belanja Daerah.

Dalam KUA PPAS dan nota keuangan Gubernur terhadap P-APBD 2020 yang disampaikan 25 Agustus 2020 lalu, belanja daerah dianggarkan Rp 33,8 Triliun. Namun dalam laporan yang dibacakan banggar DPRD Jatim yang dibacakan dalam sidang paripurna DPRD Jatim, Rabu (9/9/2020), belanja daerah dianggarkan menjadi Rp 34,7 Triliun. Jadi ada tambahan kisaran Rp 951 miliar.

Terkait hal tersebut Anggota Banggar DPRD Jatim Mirza Ananta membenarkan adanya tambahan anggaran tersebut. Namun ia belum bisa membeber rinciannya. “Memang betul ada tambahan itu berdasarkan usulan OPD setelah rapat dengan komisi-komisi,” Kata Mirza, Rabu (9/9/2020).
 
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anik Maslachah, yang juga menjabat wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Jatim, ia juga membenarkan adanya usulan tambahan anggaran menjadi belanja daerah dalam P-APBD 2020 berasal dari usulan OPD-OPD setelah rapat di tingkat komisi.  Baik itu OPD mitra dari Komisi A, Komisi B, KOmisi C, Komisi D dan KOmisi E seluruhnya mengusulkan adanya tambahan.  “Jadi betul, ada usulan rencana tambahan belanja sebesar Rp 951 miliar,” Kata Anik.

Kendati demikian, Anik menyebutkan bahwa tambahan itu dirasa masih cukup wajar karena berdasarkan kebutuhan yang sifatnya mendesak di masing-masing OPD. Selain itu, ada komposisi proyeksi tambahan yang signifikant dalam P-APBD Jatim 2020 nanti. Adapun proyeksi pendapatan itu antara lain dari Rp 507 miliar dari dana pinjaman daerah yang dikeluarkan Menteri Keuangan dengan bungan 0%.

“Kemudian Rp 403 miliar berasal dari dana bagi hasil dari pemerintah pusat dan Rp 49,6 miliar Potensi tambahan pendapatan asli daerah (PAD),” Ujarnya.

Lalu untuk apa penambahan anggaran sebesar Rp 951 miliar itu ? “Anggaran tesebut diantara nya untuk penyelesaian akses jalan puspa agro, pembangunan pelabuhan probolinggo, peningkatan jalan provinsi (Bina Marga), kebutuhan penanganan Covid di RSUD dr Soetomo serta usulan-usulan dari OPD-OPD Pemprov Jatim. Untuk Rincian detailnya, ada dikantor.” Kata dia.

Terkait hal tesebut Wakil Ketua Komisi E Artono malah mengaku tidak tahu jika OPD yang menjadi mitra kerja komisi E bakal mendapatkan tambahan anggaran. “Setahu saya tidak ada yang ditambah,” ujar Artono.

Hanya saja, sejumlah usulan dari mitra kerja komisi E, misalnya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemuda, KONI Jatim dan lain sebagainya sudah di cantolkan dalam usulan komisi. “Tapi mana saya yang disetujui mana yang tidak, kami belum mendapat informasi lagi,” Ujarnya. (ags)

Check Also

Minta Tambahan Anggaran Rp 825 M, KPK Klaim Kembalikan Uang Negara Rp 90,5 T

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengklaim, komisinya menyelamatkan uang negara sebesar Rp …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!