godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , November 23 2020
Home / Hukrim / OTT Di Sidoarjo, KPK Tetapkan 6 Orang Terasangka Satu Dintaranya Bupati Sidoarjo
Petugas KPK menunjukan barang bukti berupa duit senilai Rp 1.813.300.000 (Rp 1, miliar), yang diamankan dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo Jawa Timur, Saiful Ilah Selasa (7/1).

OTT Di Sidoarjo, KPK Tetapkan 6 Orang Terasangka Satu Dintaranya Bupati Sidoarjo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan enam orang sebagai tersangka, satu di antaranya Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan proyek infrastruktur dilikungan  Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sidoarjo.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan dalam OTT yang dilakukan KPK di Sidoarjo pada Selasa (7/1/2020), pihaknya menyita uang senilai Rp1.813.300.000 dari sejumlah pihak.

“OTT di Sidoarjo, berawal KPK menerima informasi akan adanya transaksi penyerahan uang terkait dengan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo,” kata Alex pada acara konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020) malam.

Selanjutnya setelah memastikan telah terjadi serah terima uang terkait dengan pengadaan proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo, KPK mengamankan tiga orang dari pihak swasta yakni Ibnu Ghopur, Totok Sumedi, dan Iwan (Swasta) di kawasan parkiran Pendopo Rumah Dinas Bupati Sidoarjo pada Selasa (7/1/2020) pukul 18.18 WIB.

Dari Ibnu Ghopur, KPK mengamankan uang Rp 259 juta. Setelah itu, KPK mengamankan Bupati Saiful Ilah dan ajudannya, Budiman, di kantor Bupati pada 18.24 WIB.

Dari tangan ajudan bupati, KPK mengamankan tas ransel berisi uang Rp350 juta dalam pecahan Rp100 ribu.

Lalu petugas KPK menuju rumah Sunarti Setyaningsih, Kadis PU dan BMSDA di kediaman pribadinya pada pukul 18.36 WIB. Dari Sunarti, KPK mengamankan uang sebesar Rp225 juta.

Pada pukul 18.45 WIB, Novianto yang merupakan Kepala Sub Bagian Protokol, datang ke Pendopo setelah dihubungi KPK.

Lalu pada pukul 19.18 WIB, KPK mengamankan Judi Tetrahastoto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo di rumah pribadinya. 

“Dari JTE, KPK mengamankan uang sebesar Rp229.300.000,” terang Alex.

Setelah itu, KPK mengamankan dua staf Ibnu Ghopur di kantornya, yakni Siti Nur Findiyah dan Suparni pada pukul 19.40 WIB dan 23.14 WIB. Dari tangan Suparni, KPK mengamankan Rp750 juta dalam ransel hitam.

Terakhir, KPK mengamankan Sanadjihitu Sangadji, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) di rumah pribadinya pada 00.25 WIB.

Kemudian 10 orang yang diamankan tersebut dibawa ke Gedung Merah Putih Jakarta, dan tiba pada sekira pukul 09.00 WIB. 

Alex memaparkan, pada tahun 2019 Dinas PU dan Bina Marga, Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Sidoarjo melakukan pengadaan beberapa proyek.

Ibnu Ghopur (swasta) merupakan salah satu kontraktor yang mengikuti pengadaan untuk proyek-proyek tersebut.

Sekira bulan Juli 2019, Ibnu menghadap ke Bupati Saiful bahwa ada proyek yang ia inginkan namun ada proses sanggahan dalam pengadaannya. Hal tersebut membuat Ibnu bisa tidak mendapatkan proyek.

Berdasarkan hal tersebut, Ibnu lantas meminta Saiful untuk tidak menanggapi sanggahan dan memenangkan pihaknya dalam proyek Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar.

Pada periode Agustus-September 2019, Ibnu melalui beberapa perusahaan memenangkan empat proyek, yakni : Proyek pembangunan wisma atlet senilai Rp13,4 miliar; proyek pembangunan pasar porong Rp17,5 miliar; proyek jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar; dan proyek peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp5,5 miliar.

Setelah menerima termin pembayaran, Ibnu bersama Totok Sumedi (swasta) diduga memberikan sejumlah fee kepada beberapa pihak di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Alex, sebenarnya pemberian fee tersebut merupakan penerimaan yang sudah terjadi sebelum OTT dilakukan pada 7 Januari 2020.

Ia merinci sejumlah pihak yang mendapatkan uang. Pertama, Sanadjihitu Sangadji, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan diduga menerima Rp300 juta pada akhir September.

Sebanyak Rp200 juta di antaranya, terang Alex, diberikan kepada Bupati Saiful pada Oktober 2019.

Kemudian PPK Dinas Pekerjaan Umum BMSDA, Judi Tetrahastoto diduga menerima Rp240 juta. Lalu Sunarti Setyaningsih selaku Kepala Dinas PU dan BMSDA sebesar Rp200 juta pada 3 Januari 2020.

“Lalu tanggal 7 Januari 2020, IGR (Ibnu) diduga menyerahkan fee proyek kepada SFI (Saiful Ilah) Bupati Sidoarjo sebesar Rp350 juta dalam tas ransel melalui N  (Novianto), ajudan bupati di rumah dinas Bupati,” tutur Alex.

Selain Bupati Saiful, KPK juga menetapkan lima orang lain sebagai tersangka, yakni sebagai pihak penerima suap ada Sunarti, Judi dan Sanadjihitu. Sedangkan pemberi suap adalah Ibnu dan Totok. (ags)

Check Also

Jual Senpi Rakitan Ke Polisi, Preman Bertato Di Palembang Dibekuk Polisi

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Belum sempat menyelesaikan transaksi jual-beli senjata api (Senpi) rakitan, seorang preman bernama Rico Dwi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!