godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Hukrim / Pandemi Covid-19 ‘BCA Finance’ Surabaya Tanpa Belas Kasihan Peras Nasabah ?
Kantor BCA Finance, Jl Klampis Jaya No 1 Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, tempat Ahmad Klampiran dan Sumani berhutang. Kamis (1/7/2021)

Pandemi Covid-19 ‘BCA Finance’ Surabaya Tanpa Belas Kasihan Peras Nasabah ?

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Lagi-lagi BCA Finance, dikeluhkan nasabahnya (Debitur) atau peminjam uang.  Kali ini keluhan datang dari, Ahmad Klampiran (Bukan nama asli) warga Jombang, Jawa timur.

Ahmad Klampiran, yang merupakan nasabah BCA Finance, yang berkantor Jl Klampis Jaya No 1 Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo, Kota Surabaya Jawa Timur. Mengeluh atas buruknya pelayanan  BCA Finance Surabaya, dan merasa diperas oleh lembaga tersebut.

Menurut Ahmad Klampiran,  ia mengatakan, saya adalah nasabah BCA Finance Surabaya, merasa sangat kecewa atas pelayanan BCA Finance, karena pelayanan sangat buruk, tak hanya itu saya juga merasa diperas oleh BCA Finance.

Kantor BCA Finance, Jl Klampis Jaya No 1 Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo, Kota Surabaya, tempat Ahmad Klampiran dan Sumani berhutang. Kamis (1/7/2021)

“Saya merasa diperas oleh BCA Finance, karena sudah membayar lunas semua cicilan (angsuran) hutang, dan sudah membayar lunas denda keterlambatan. Saat mengambil jaminan berupa BPKB (Bukti pemilikan kendaraan bermotor) di BCA Finance,  saya diminta membayar uang jasa titipan BPKB  sebesar Rp 2.905.000.” Kata Ahmad Klampiran, Kamis (1/7/2021).

Klampiran, mengaku sangat terpaksa membayar uang jasa titipan BPKB sebesar Rp 2. 909.000. kalau tidak mau membayar permintaan mereka, BPKB saya tidak bisa diambil.

“Saya menyebutnya ini BCA Finance ini melakukan pemesasan terhadap diri saya. Dan ini tidak bisa diterima akal sehat masak hanya karena pengambilan BPKB terlambat, dikenakan biaya titipan Rp 2.905.000. Pemerasan ini dilakukan saat kondisi pandemi Covid-19. Jadi kondisi ekonomi nasabah sekarat, malah diperas oleh BCA Finance.” Tegas Klampiran.

Klampiran, menceritakan kejadian pemerasan yang ia alami berawal, tahun 2014 lalu,  ia membeli satu unit mobil, di dealer dan pihak dealer yg mengusulkan ia pakai BCA Finance untuk pembayaran perbulan. Atas usulan itu, Ahmad Klampiran mengunakan BCA Finance, untuk pembiayaan cicilan setiap bulan.

Selanjutnya Ahmad Klampiran, menjadi nasabah BCA Finance, dengan nomor kontrak 9510036319-PK-001 tanggal 14 September 2014. Jangka waktu cicilan 60 bulan. Terhitung sejak tanggal 4 September 2014 – 4 Agustus 2019.

“Saat saya membayar angsuran selama 60 bulan, berjalan lancar. Namun memang ada keterlambatan pembayaran cicilan dari batas tanggal yang sudah ditentukan BCA finance. Keterlambatan tersebut cuman hitungan hari, jika terlambat ada pemberlakuan denda. Saya tidak keberatan dengan denda keterlambatan tersebut, karena itu sudah disepakati saat saya tanda tangan kontrak. Dan semua Bank di Indonesia, terlambat bayar cicilan pasti diberlakukan denda. Jadi saya tidak keberatan.” Ujarnya.

Singkat cerita, tepat pada cicilan yang ke 60 atau cicilan terakhir, Ahmad Klampiran melunasi tepat waktu sesuai dengan tanggal yang sudah disepakati dalam kontrak (60 bulan).

“Setelah cicilan 60 bulan ini lunas, saya masih punya tanggungan, denda keterlambatan pembayaran cicilan bulanan total keseluruhan Rp 9.823.398. Denda keterlambatan ini bisa dibayar saat pengambilan BPKB. Sejak cicilan ke 60 (cicilan terakhir) saya lunasi bulan Agustus 2019 lalu, BPKB  tidak saya ambil di BCA Finance. Barulah pada bulan Juli 2021 saya ambil BPKB di BCA Finance.” Ujarnya.

Saat saya, hendak mengambil BPKB di BCA Finance Surabaya, pada hari selasa 29 Juni 2021 timbulah permasalahan. Masalahnya adalah BCA Finance Surabaya, meminta saya untuk membayar uang penitipan BPKB sebesar Rp 2.905.000. Mereka berdalih, uang sebanyak itu hanya untuk biaya jasa penitipan BPKB terhitung sejak Agustus 2019 – 1 Juli 2021.

Kwitansi pembayaran biaya penitipan Rp 2.905.000 di BCA Finance yang termahan sedunia. Kamis (1/6/2021)

“Saya sangat keberatan, selama BPKB tidak saya ambil sejak Agustus 2019 – 1 Juli 2021 saya dikenakan biaya penitipan Rp 2.905.000. Ini namanya BCA Finance telah memeras saya. Karena tidak masuk akal,  buku BPKB itu kecil, masak saya diminta bayar jasa penitipan Rp 2.905.000. Meski keberatan, saya terpaksa harus membayar, jika tidak BCA Finance tak akan menyerahkan BPKB milik saya. Dan saya merasa malu jika ribut masalah ini. Ya terpaksa saya bayar biaya jasa penitipan termahal sedunia.” Ujarnya.

Setelah, saya dipalak, penderitaan saya tak berhenti disitu, karena saat pengambilan BPKB saya wakilkan (Dikuasakan) kepada istri saya bernama Sumani (Bukan nama asli) lengkap saya berikan surat kuasa, saya bawakan KTP-el asli, akta kelahiran asli.

“Uang jasa penitipan sudah dibayar lunas. Namun BPKB masih belum diberikan oleh BCA Finance, masih diminta menunggu 2 hari. Tak hanya itu pegawai BCA Finance, minta persyaratan yang berbelit-belit, bahkan minta istri saya (Sumani) menunjukan ijazah bapak saya (Orang tua saya) yang ada diluar jawa sana, dan masih diminta biaya materai. Saya sangat kecewa dengan pelayanan yang demikian, padahal istri saya datang ke BCA Finance, juga menunjukan berkas kontrak dalam kontrak istri saya juga tanda tangan. Kok bisa masih dipersulit.”  Keluhnya.

Selanjutnya dua hari kemudian kamis 1 juli 2021, istri saya kembali datang ke BCA Finance, Surabaya, untuk mengambil BPKB yang dijanjikan oleh BCA Finance. “Kembali dipersulit, untuk pengambilan BPKB harus menunggu hampir 3 Jam, di kantor BCA Finance Surabaya. Itupun pihak BCA Finance, masih menelpon ponsel saya. Menanyakan data-data saya, untung tidak saya gatel-gatelkan. Saya merasa jengkel, karena birokrasinya berbelit belit.” Keluhnya lagi.

Ahmad Klampiran, menegaskan, ada 6 poin yang perlu saya tegaskan, agar bisa menjadi pelajaran bersama buat masyarakat, 6 poin tersebut, yaitu :

  1. Saya sudah membayar lunas 60 bulan (60 x cicilan) sesuai kontrak dan tanggal kontrak yang disepakati.
  2. Saya tidak keberatan membayar denda keterlambatan karena sudah disepakati dalam kontrak, dan semua Bank di Indonesia memberlakukan hal yang sama.
  3. Saya mengeluhkan dan merasa diperas oleh BCA Finance karena dipungut biaya penitipan BPKB Rp 2.905.000, karena terlalu mahal, tidak masuk akal dan tidak ada dalam perjanjian kontrak, dan tidak ada pemberitahuan dari BCA Finance.
  4. Mengeluhkan pelayanan BCA Finance, karena dipersulit saat pengambilan BPKB, sudah membayar semua kewajiban. Harus menunggu dua hari, mengakibatkan kami harus datang 2 x ke BCA Finance Surabaya, sedangkan untuk biaya tol dari Jombang-Surabaya PP + BBM dll bisa menghabiskan biaya sebesar Rp 500 ribu. Jadi kalau dua kali kekantor BCA Finance Surabaya kami keluar biaya Rp 1 juta. Akibatnya kami selaku nasabah BCA Finance, rugi waktu, rugi tenaga, dan dibuat sakit hati oleh pelayanan ini. Supaya ini bisa jadi pelajaran bersama oleh masyarakat.
  5. Saat pengambilan BPKB yang saya kuasakan ke Istri saya, perlu diketahui oleh BCA Finance, dalam kontrak hutang, istri saya ikut tanda tangan. Jadi sangat tidak relefan, jika BCA Finance, meminta istri saya menunjukan ijazah orang tua saya, masih diminta biaya materai. Ini menunjukan pelayanan yang tidak profesional.   
  6. Saat pengambilan BPKB dihari kedua, istri saya harus menunggu hampir 3 jam, dan pihak BCA Finance, dan masih ditanya syarat-syarat yang bertele-tele, hal ini sangat memberatkan kami.

“Pengalaman saya ini, saya merasa perlu dibagikan kepada masyarakat, agar bisa menjadi pembelajaran bersama.” Ujarnya.

Ahmad juga mengaku, pernah kredit mobil, pembiayaanya melalui salah satu Bank lain, ia mendapat pelayanan yang baik. Dan setelah membayar uang cicilan lunas, dan membayar denda ketelambatan lunas. “Saya pernah kredit mobil di bank lain, setelah saya bayar lunas cicilan, dan denda. Saat ambil BPKB hari itu juga diberikan, tidak dipersulit.” Pungkas Ahmad. (Why)

Check Also

Langgar PPKM, Wali Kota Malang Cuman Didenda Rp 25 Juta Usai Vidionya Viral Dimetsos

MALANG, NusantaraPosOnline.Com-Setelah dilaporkan ke Polres Malang oleh warga Malang yang tergabungdalam Jaringan Aliansi Aktivis Malang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!