godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , November 30 2020
Home / Hukrim / Pelaku Penculikan Dan Pencabulan Anak Berkebutuhan Khusus Di Jakpus Ditangkap Di Jombang
Konferensi pers kasus penculikan anak berkebutuhan khusus disertai persetubuhan di Polda Metro Jaya, Jakarta. Senin (5/10/2020).

Pelaku Penculikan Dan Pencabulan Anak Berkebutuhan Khusus Di Jakpus Ditangkap Di Jombang

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Polda Metro Jaya menangkap pelaku penculik dan pencabulan anak berkebutuhan khusus di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan pelaku saat ini telah ditangkap polisi. “Pelaku sudah diamankan Polda Metro Jaya,” ujar kepada wartawan, Senin (5/10/2020).

Yusri Yunus menuturkan, tersangka yang merupakan tukang bakso berinisial PBA (39) mengenal korban berinisial A (15) sudah sejak satu bulan lamanya. Korban kerap berada di Danau Sunter, Jakarta yang tidak lain tempat tersangka berjualan bakso sehari-hari.

“Awal mula tersangka kenal korban karena korban sering berkeliaran di tempat tersangka kerja, sering minta-minta disana karena ada keterbatasan korban karena autis,” kata Yusri dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Konferensi pers kasus penculikan anak berkebutuhan khusus disertai persetubuhan di Polda Metro Jaya, Jakarta. Senin (5/10/2020).

Karena kerap bertemu, tersangka mulai menyukai korban. Atas dasar rasa suka itu lah menjadi motif awal tersangka menculik korban.

“Motifnya ini memang suka dengan korban dan ada niatan menikahi. Tersangka ini adalah duda dan pernah kawin,” ungkap Yusri.

Mengetahui korban hilang, pihak keluarga melaporkan kasus itu ke polisi dan membuat selebaran berisi orang hilang dan menempelnya diberbagai tempat umum. Bahkan informasi mengenai orang hilang itu pun sempat viral di lini masa.

Tersangka yang memiliki niat jahat mulai merencanakan aksi penculikan terhadap korban. Modusnya dengan cara menawari korban pekerjaan sebagai pembantu.

“Tersangka datangi korban yang sedang duduk di Danau Sunter dan diiming-imingi kerjaan jadi pembantu. Setelah itu korban  diimingi uang Rp 50 ribu untuk ikut tersangka ke kosannya di daerah Sunter,” terang Yusri.Di kosan korban pada 8 September 2020, tersangka menyetubuhi korban sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua hari. Setelah dua hari di kosan, tersangka membawa korban ke wilayah Jombang, Jawa Timur menggunakan sepeda motor.

Iming-iming sepi berjualan di Jakarta, tersangka merayu korban untuk ke daerah Jombang. Dalam perjalanan, tersangka singgah selama dua hari di Boyolali dan kembali menyetubuhi korban.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan di Boyolali tersangka sempat berjualan bakso milik seorang pengusaha di sana. Bahkan, gerobak bakso milik bosnya itu dijual oleh tersangka.

“Di Boyolali tersangka datang menemui pengusaha bakso dan menyewa gerobak bakso dan berdagang bakso. Tersangka menyewa gerobak bakso itu dan melakukan penggelapan sebelum ke Jombang itu dijual Rp500 ribu dan ini viral di sosmed di Boyolali,” kata Calvijn.

Hanya sesaat berada di Boyolali, tersangka membawa korban ke wilayah Jombang dan menyewa kos-kosan di sana. Lagi, tersangka menyetubuhi korban berulang kali di sana.

Di Jombang sendiri tersangka berjualan tahu Sumedang untuk menyambung hidupnya. Dia juga menyewa kos-kosan dan sempat tinggal selama dua Minggu di Jombang.”Dia menginap di Boyolali di kos-kosan satu Minggu dan di Jombang sekitar dua Minggu. Selama dua Minggu pelarian di Jombang dia alih profesi menjadi pedagang tahu Sumedang,” Ujarnya.

Pelarian tersangka pun berhenti di Jombang, karena polisi berhasil menangkap tersangka dan mengamankan korban. Tersangka melakukan perlawanan saat hendak ditangkap sehingga polisi bertindak tegas dengan menembak kedua kaki tersangka.

“Kasus penculikan anak di bawah umur ini, selama penculikan tersebut berdasarkan fakta hasil BAP tersangka dan korban setidaknya dilakukan 14 kali persetubuhan selama pelarian 23 hari,” kata Calvijn.

Atas perbuatan bejatnya, pelaku dikenakan Pasal 76 E junto Pasal 82 dan atau Pasal 76 F Jo Pasal 83 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Pasal 330, 332 KUHP. Tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara. (bd)

Check Also

Tim Supervisi KPK Dalami Berkas Perkara Djoko Tjandra

JAKARAT, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, menyebutkan tim supervisi Komisi Pemberantasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!