Polisi Terjunkan 637 Personil Gabungan Amanan Aksi Buruh di Jakut

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan.

TANJUNG PRIOK, NusantaraPosOnline.Com-Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) mengerahkan 637 personel gabungan untuk mengamankan dan mengawal aksi buruh dalam rangka memperingati Hari Buruh di wilayah Jakarta Utara, Rabu (1/5/2024).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengtakan, personel gabungan tersebut terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Mereka ditempatkan di dua lokasi utama konsentrasi massa buruh, yaitu Simpang Coca-Cola dan Stadion Rawa Badak Koja, Jakarta Utara.

Di Simpang Coca-Cola, personel disiagakan untuk mengamankan pertemuan massa yang datang dari Jakarta Timur dan Jakarta Utara menuju Jakarta Pusat.

Sedangkan di Stadion Rawa Badak, para buruh menggelar seremonial dan peringatan Hari Buruh bersama Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara.

Kombes Pol Gidion menegaskan bahwa pengamanan dan pengawalan aksi buruh kali ini dilakukan dengan pendekatan humanis.

“Yang paling penting adalah bahwa dalam pelaksanaan pengamanan aksi buruh ini tidak menggunakan senjata api. Kita melakukan dengan sentuhan-sentuhan humanis,” ujar Kombes Pol Gidion.

Peringatan Hari Buruh dan Aksi Buruh di Indonesia

Hari Buruh atau May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei sebagai momen untuk mengenang perjuangan kaum buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Di Indonesia, Hari Buruh menjadi hari libur nasional dengan berbagai aksi unjuk rasa dan kegiatan yang dilakukan oleh para buruh.

Aksi buruh di Indonesia kerap mengangkat isu-isu terkait upah minimum, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, serta hak-hak ketenagakerjaan lainnya.

Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk melindungi hak-hak buruh, seperti Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Namun, masih banyak buruh yang belum mendapatkan hak-haknya secara penuh.

Peringatan Hari Buruh menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan hak-hak buruh.

Dengan dialog dan kerjasama yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan buruh, diharapkan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dapat semakin membaik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!