Investigasi

PT Satwa Utama Raya Di Jombang Timbulkan Bau Busuk, Kebisingan Dan Debu, Terus Dikeluhkan Warga

×

PT Satwa Utama Raya Di Jombang Timbulkan Bau Busuk, Kebisingan Dan Debu, Terus Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini
Kolam limbah bangkai ayam PT SUR 3 desa Balongsari, yang sedang dilakukan penyedotan atau penanganan. Selasa (25/1/2022)

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Warga Dusun Kedungsari, Desa Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Jawa timur, terus mengeluhkan bau busuk yang menyengat dari limbah bangkai ayam PT Satwa Utama Raya 3 (PT SUR 3) yang berlokasi di dusun Kedungsari desa setempat.

PT Satwa Utama Raya 3 ini tak hanya menimbulkan bau busuk menyengat kepemukiman warga. Warga juga mengeluhkan suara bising dan debu dari PT SUR 3.  Bahkan pada tahun 2016 lalu PT SUR 3 pernah didemo warga setempat, namun tetap membandel.

Sarpan warga Dusun Kedungsari RT 07 RW 04 Desa Balongsari, mengatakan rumah saya dengan PT SUR 3 berjarak sekitar 15 meter. Keberadaan PT SUR 3 sangat menggangu kami warga Dusun Kedungsari yang bermukim disekitar pabrik.

Nampak mobil penyedot tinja, plat merah milik pemkab Jombang yang ikut diterjunkan kelokasi untuk menyedot limbah bangkai ayam PT SUR 3. Minggu (23/1/2022)

“Warga mengeluhkan suara bising yang ditimbulkan oleh kipas atau blower yang ada dikandang ayam PT SUR. Blowernya yang ada dikandang ayam itu besar-besar jadi suaranya bising sampai kepemukiman warga. Selain bising, juga menimbulkan debu yang menyebar kepemukiman warga. Hal ini sangat mengganggu warga, dan warga takut juga resah khawatir debu-debu ini juga menimbulkan penyakit. Karena debu tersebut berasal dari kadang ayam.” Kata Sarpan. Pada rabu (26/1/2022).

Ia menjelaskan kondisi seperti ini dirasakan warga sejak PT SUR 3 berdiri tahun 1990 yang lalu sampai hari ini. Dan semenjak berdiri PT SUR 3 tak pernah memberi kompensasi apa-apa kewarga.

“Tahun 2016 lalu PT SUR 3 didemo warga setempat, warga menuntut PT SUR 3 menghentikan suara bising dan debu yang sampai kepemukiman warga. Waktu itu PT SUR 3 bahkan membuat surat perjanjian kepada warga, dan disaksikan pihak Polsek dan koramil. Yang intinya PT SUR 3 berjanji akan mencarikan solusi masalah ini. Namun sampai hari ini janji itu tak ditepati PT SUR 3 alias omong kosong. Sampai sekarang kami masih mengeluhkan suara bising dan debu dari PT SUR.” Ujarnya.

Tak hanya itu, kami juga mengeluhkan bau busuk yang menyengat yang berasal dari limbah bangkai ayam PT SUR 3.

“Bau limbah bangkai ayam dari pabrik tersebut sangat busuk hingga kepemukiman warga. Terlebih saat hujan dan saat angin berhembus kearah pemukiman warga. Sangat-sangat busuk bikin perut mual-mual, bahkan bikin sesak dan muntah-muntah. Hal ini sangat mengangu dan merugikan warga. Kami berharap ada tindakan tegas dari Dinas terkait dan dari aparat penegak hukum.”  Ujarnya.

Kolam limbah bangkai ayam PT SUR 3 desa Balongsari, yang sedang dilakukan penyedotan atau penanganan. Selasa (25/1/2022)

Sarpan, juga menambahkan, memang PT SUR 3 berdiri di sini sekitar tahun 1990 sejak berdiri tak pernah memberikan kompensasi kewarga. Namun setelah tahun 2016 didemo warga, barulah PT SUR memberikan bantuan kewarga, bantuan tersebut berupa 2 kaleng susu (susu cair kaleng kecil).

“Satu KK diberi bantuan 2 kaleng susu (susu bendera kecil) pemberian susu ini hanya satu kali, mungkin untuk meredam kemarahan warga. Dan setelah warga bergejolak lagi PT SUR 3 baru memberi bantuan berupa telur sebanyak 20 butir (sekitar 1 ¼  Kg)  telor ini diberikan 1 tahun sekali setiap mau lebaran. Jadi hanya itu saja bantuan PT SAR 3 kewarga. Ini tak sebanding dengan penderitaan warga.” Tegasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Nurhadi warga Dusun Kedungsari RT 07 RW 04, mengatakan sudah puluhan tahun warga dusun Kedungsari, terganggu dengan kebisingan suara blower, dan debu, serta bau busuk limbah bangkai ayam PT SUR 3.

“Bau busuk yang sangat parah terasa sudah dua bulan belakangan rasanya bikin sesak dan bikin muntah-muntah. Kebisingan, debu, dan bau busuk, ini sangat mengganggu dan merugikan warga.” Kata Nurhadi.

Ia juga menyebutkan, memang sekitar 2016 lalu, PT SUR 3 pernah didemo warga. Waktu itu perwakilan PT SUR 3 bernama Eko Pranoto sempat membuat surat, pernyataan bahwa PT SUR akan mengatasi masalah ini. Namun, sejak 2016 sampai sekarang janjinya tidak ditepati. Dan sampai hari ini pegawai PT SUR bernama Eko Pranoto, itu masih kerja di PT SUR.

“Kami warga minta tolong ke wartawan, tolong tanyakan kepada Eko Pranoto, janjinya kepada warga, kenapa sampai sekarang tak ditepati. Waktu itu juga disaksikan pihak polsek megaluh, dan pihak koramil.” Ujarnya.

Salah satu bagian belakang kandang ayam milik PT SUR 3 di desa Balongsari. Minggu (23/1/2022)

Saat disinggung apa warga pernah diberi bantuan oleh PT SUR 3 ? “PT SUR 3 bediri disini sekitar tahun 1990 tidak memberikan bantuan apa-apa kepada warga. Tahun 2016, PT SUR 3 pernah memberi bantuan 1 kali, bantuan berupa 2 kaleng susu per-KK (susu cair kaleng kecil). Dan sekitar tahun 2017 PT SUR memberi bantuan telor per KK diberi 20 butir. Bantuan telor ini 1 tahun sekali, diberikan saat mau lebaran.

“Hanya bantuan itu saja yang diberikan kewarga. Jadi bantuan ini sangat tidak sebanding dengan penderitaan warga. Sebetulnya warga menuntut agar PT SUR 3 mengatasi suara bising dari blower kandang ayam, debu, dan bau busuk yang mengganggu dan merugikan warga.” Tegas Nurhadi.

Sementara itu, Kepala dusun Kedungsari Muklison, saat diminta konfirmasi, ia membenarkan adanya keluhan warga dusun Kedungsari, terkait suara bising dan debu dari blower kadang ayam PT SUR 3. Tak hanya itu warganya juga mengeluhkan bau busuk yang berasal dari limbah bangkai ayam.

“Betul tahun 2016 lalu warga pernah mendemo PT SUR 3 menuntut perusahaan menghentikan suara bising, dan debu juga bau busuk mencemari lingkungan warga. Yang bermukim dekat perusahan. Waktu didemo tahun 2016 pihak PT SUR 3 diwakili oleh Eko Pranoto, telah membuat surat pernyataan bahwa PT SUR 3 akan mencari solusi mengatasi masalah ini. Waktu membuat surat pernyataan juga disaksikan oleh pihak Polsek dan Koramil setempat. Namun sejak 2016 sampai sekarang janji PT SUR 3 belum ditepati.” Terang Muklison.

Jadi warga mengeluh bukan tanpa alasan, memang fakta dilapangan demikian, sesuai yang disampaikan warga kepada wartawan.

Baca juga :

Terkait bantuan PT SUR 3 kepada warga, Muklison menjelaskan, memang PT SUR 3 pernah membantu warga sekitar pabrik seingat saya bantuanya berupa 2 kaleng susu per KK bantuan ini hanya 1 kali.

Selanjutnya sekitar 2017 perusahaan mulai memberikan bantuan kewarga sekitar perusahaan, bantuan berupa telor sebanyak 20 butir per-KK. Bantuan 1 tahun sekali, diberikan setiap mau lebaran Idul Fitri. “Jadi hanya itu saja bantuan yang diterima langsung oleh warga yang bermukim dekat PT SUR 3.” Terangnya.

Dan SUR 3  memang memberikan bantuan kepada lingkungan, berupa pemasangan lampu jalan lingkungan. Bantuan untuk lampu jalan ini setahu saya besarnya sekitar Rp 24 juta, itu diberikan setiap 2 tahun sekali (setiap SUR 3  habis panen). Itupun tidak pasti diberi.

“Untuk yang mengelolah bantuan lampu jalan ini adalah warga, bukan saya selaku Kepala dusun.” Terangnya.

Saat disinggung apa setiap ada kegiatan desa atau peringatan hari besar seperti 17 Agustus, apakah PT SUR 3 membantu ?

“Setahu saya setiap peringatan hari besar atau kegiatan didesa tidak pernah dibantu. Karena pihak PT SUR 3 selalu beralasan harus diajukan dulu kekantor pusat di Jakarta. Nah ketimbang birokrasinya berbelit-belit warga tidak mau meminta bantuan jika ada kegiatan desa atau peringatan hari besar.” Terangnya.

Muklison, menambahkan bahwa warganya dua bulan belakangan ini tambah mengalami penderitaan yang serius, karena bau busuk limbah bangkai ayam PT SUR 3 semakin parah dirasakan dipemukiman warga.

“Dua bulan belakangan ini, bau busuk limbah bangkai ayam dari perusahaan ini tambah parah. Bau busuk ini disebabkan bangkai ayam yang mati, hanya dimasukan kedalam lobang (lobang tanah) terbuka berukuran sekitar panjang 13 meter, lebar 6 dan kedalaman 3 meter. Seharusnya bangkai ayam ini dibakar dan dikubur.” Ujarnya.

Hal ini tentunya jelas mengganggu dan merugikan warga sekitar perusahaan. Jika dihitung bantuan telor 20 butir per tahun, dibanding penderitaan warga jelas ini tak setimpal. Imbuhnya.

Bau Busuk Limbah Bangkai Ayam PT SUR 3 Meluas Ke Desa Karangdagangan

Tak hanya warga dusun Kedungsari desa Balongsari, yang mengeluhkan bau busuk limbah bangkai ayam PT SUR 3. Ternyata bau busuk juga mulai dikeluhkan warga dusun Karangasem, Desa Karangdagangan.

Menurut Midi, warga dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, ia mengatakan bau busuk limbah bangkai ayam PT SUR 3 sekarang meluas ke pemukiman warga di dusun Karangasem.

“Saya warga dusun Karangasem, desa Karangdagangan, rumah saya juga dekat dengan perusahaan, kini bau busuk yang menyengat dari PT SUR 3 terasa sampai di dusun Karangasem. Baunya sangat busuk menyengat. Dan saya sudah melapor ke Kepala desa Karangdagangan. Meminta Pemdes Karangdagangan mengambil tindakan.” Kata Midi, Rabu (26/1/2022) malam.

Terkait hal ini Eko Pranoto, Humas PT. SUR area Jombang saat hendak dimintai konfirmasi sedang tidak bisa ditemui. “Pak Eko tidak bisa ditemui sedang ada rapat.” Kata, salah seorang Security yang sedang berjaga di depan kantor PT SUR 3 di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari.

Hingga berita ini diturunkan NusantaraPosOnline.Com masih terus berusaha meminta klarifikasi dari PT SUR 3 desa Balongsari. (Rin/Why)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!