Investigasi

Bau Busuk Bangkai Ayam PT Satwa Utama Raya Dikeluhkan Dan Bikin Geram Warga Di Jombang

×

Bau Busuk Bangkai Ayam PT Satwa Utama Raya Dikeluhkan Dan Bikin Geram Warga Di Jombang

Sebarkan artikel ini
Kantor PT Satwa Utama Raya 3 di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Jawa timur. Rabu (19/1/2022)

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Keberadan PT Satwa Utama Raya 3 (PT SUR 3) yang membudidayakan ayam petelur, yang berlokasi di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang, Jawa timur, bikin geram warga setempat.

Pasalnya limbah bangkai ayam milik PT SUR 3 di Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang, diduga telah mencemari udara dilingkungan warga, karena menimbulkan bau busuk yang menyengat tercium hingga permukiman warga.

Akibatnya warga merasa geram dan sangat terganggu, dan tak sedikit warga yang merasakan mual-mual dan muntah bahkan sesak akibat bau busuk yang ditimbulkan oleh limbah bangkai ayam PT SUR.

Yang lebih parah lagi, warga sekitar mengaku selama puluhan tahun tak pernah menerima bantuan apa-apa dari PT SUR selaku pendatang atau tamu di desa tersebut. Warga mengaku hanya mendapat  Corporate Social Responsibilit (CSR) atau bantuan berupa 20 butir telur pertahun, kalau ditotal dengan uang hanya sekitar Rp 20 ribu / tahun.

Padahal CSR adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Dan Hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi manusia, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Rohman, warga yang bermukim dekat PT SUR mengatakan sudah dua bulan belakangan ini kami merasa sangat terganggu akibat bau busuk yang ditimbulkan dari bangkai ayam PT SUR.

Kolimah (Bajukuning) warga setempat, saat berjalan diareal perkebunan mengantarkan NusantaraPos menuju belakang pabrik PT SUR 3 yang merupakan sumber bau busuk, yang menyebar kepemukiman warga. Rabu petang (19/1/2022)

“Bau busuk bangkai ayam milik PT SUR sampai menyengat kepemukiman warga. Terlebih saat angin berhembus kearah pemukiman warga baunya tambah busuk, bahkan bikin muntah-muntah. Inikan sudah mencemari udara sekitar. Kalau ini terus berlangsung bisa menimbulkan penyakit. Saya sendiri kalau pas baunya busuk, sampai aras-arasan makan.” Kata Rohman. Rabu petang (19/1/2022).

Rohman menjelaskan, bau busuk yang timbul diakibatkan bangkai ayam yang mati, hanya dimasukan kedalam lubang (lubang tanah) berukuran sekitar panjang 13 meter, lebar 6 dan dalam 3 meter.

“Seharusnya bangkai ayam ini dibakar, lalu ditimbun tanah atau dikubur. Bukan dibuang begitu saja kedalam lubang yang dalamnya hanya sekitar 3 meter. Akibatnya bau bangkai ayam ini menyebar kepemukiman warga. Harapan kami PT SUR segera mengatasi masalah ini, karena bau busuk sangat menganggu kesehatan warga.” Ucapnya.

Saat disinggung apakah warga pernah dapat bantuan (CSR) dari PT SUR ?  Rohman menjelaskan, selama puluhan tahun PT SUR berdiri didesanya warga tak pernah mendapat bantuan apa-apa. “Setiap 1 tahun PT SUR hanya memberikan bantuan telur 20 butir per-KK, kepada warga. Dan kalau dirupakan uang sekitar Rp 20 ribu. 20 butir telur ini diberikan saat mau lebaran (Idul Fitri). Hanya itu saja bantuan dari PT SUR.” Terang Rohman.

Rohman menegaskan, warga tidak terima bukan tanpa alasan, memang bau busuk dari limbah bangkai ayam PT SUR ini sangat menganggu dan merugikan warga sekitar.

Hal yang sama juga kembali diungkapkan kolimah, warga setempat yang bermukim dekat PT SUR,  berkali-kali mengatakan bau nya itu sangat busuk sekali.

“Sudah satu bulan lebih kami mengalami bau busuk seperti ini. Baunya busuk sekali membuat perut mual-mual sampai muntah-muntah. Bau busuk ini tambah parah apalagi kemarin pas hujan lebat, bau nya minta ampun saya sampai muntah-muntah dan gak doyan makan. Kami sangat terganggu sekali dengan bau busuk ini.” Kata Kolimah. Rabu petang (19/1/2022).

Kolimah mengeluh, kami ini orang biasa jadi tak tahu caranya melapor kemana. “Masalah ini sangat menganggu kami, cuma saya tidak tahu cara melapornya kemana. Kami berharap PT SUR segera menghentikan bau busuk ini. Ini merugikan kami, bisa-bisa kami kena penyakit. Sementara perusahaan juga tak pernah membantu apa-apa ke warga, hanya memberi 20 butir telur setiap tahun.” Ujarnya.

Tak hanya menjelaskan, kolimah juga bersemangat mengantarkan wartawan NusantaraPosOnline.Com berjalan jauh melalui sawah-sawah ke belakang pabrik PT SUR 3 yang menimbulkan bau busuk. Dengan maksud agar wartawan mengetahui masalah yang dikeluhkan oleh warga.

Terkait hal ini Eko Pratomo, Humas PT. SUR area Jombang saat hendak dimintai konfirmasi sedang tidak bisa ditemui. “Pak Eko tidak bisa ditemui sedang ada rapat.” Kata Teguh, salah seorang Security yang sedang berjaga di depan kantor PT SUR 3 di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari. Kamis (20/1/22)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim dari DLH untuk mengecek terkait keluhan warga tersebut.

“Sudah kita turunkan tim untuk mengecek lokasi, memang betul menimbulkan bau busuk kepemukiman warga. Bau busuk tersebut akibat limbah ayam tidak dibakar. Saya mendapat laporan, untuk penanganan masalah ini, akan segera laksanakan pengurangan resiko pencemaran baunya. Dan sumur tempat pembuangan limbah bangkai ayam sudah mulai di sedot /diambil cuma belum selesai.” Terang Ulum, melalui WhatsApp.

Ia juga menjelaskan, untuk kedepan kita rekomendasikan bangkai ayam harus dibakar dan dikubur. Atau PT SUR bisa bekerja sama dengan perusahaan pengolahan limbah, agar tidak menimbulkan bau busuk, hingga menyebar kepemukiman warga.

Saat ditanya apa limbah bangkai ayam termasuk kategori limbah B3 ? “Untuk sementara ini bukan , itu masuk kategori limbah B2.” Singkatnya. (Rin)

Baca Sebelumnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!