godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Hukrim / Rusak 4 Rumah Dan Sekolahan, 12 Pelaku Penerbangan Balon Udara Di Ponorogo Ditangka
Petugas Sat-Reskrim Polres Ponorogo saat memeriksa para pelaku yang membuat dan dan menerbangkan balon udara berpetasan di Ponorogo.

Rusak 4 Rumah Dan Sekolahan, 12 Pelaku Penerbangan Balon Udara Di Ponorogo Ditangka

PONOROGO, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 12 orang pelaku penerbangan balon udara berpetasan yang merusak 4 rumah warga dan 1 sekolahan di Desa Sumoroto Kecamatan Kauman, Jumat 6 Agustus 2021. Akhirnya ditangkap jajaran Polres Ponorogo dirumahnya masing-masing. Sabtu (7/8/2021)

Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka, mengtakan penangkapan 12 pelaku ini, berawal dari terungkapnya 3 orang terduga pelaku penerbangan balon yang ditangkap sebelumnya, pada Jumat (6/8/2021) sore. Setelah polisi melakukan pengembangan, petugas kembali mengamankan 9 orang lainnya. Satu diantaran pelaku penerbangan balon ini masih di bawah umur. 

“12 terduga pelaku tersebut berasal dari satu lingkungan di Desa Ngabar, Kecamatan Siman. Dari keterangan, pelaku balon yang diterbangkan berukuran 40 meter, dengan dilengkapi petasan berbagai ukuran, salah satunya petasan pipa berukuran 4 dim.” Kata Guling. Minggu (8/8/2021). 

Ia menyebutkan, pelaku sepakat mengumpulkan penggalangan dana. Lalu berbagi tugas, ada yang bertugas membuat balon udara, ada yang beli racikan bahan peledak. Ada yang buat selongsong petasan. Serta membuat dan memasukkan bahan peledak ke selongsong.

“Setelah Usai melakukan pemeriksaan hingga pukul 02.00, Minggu (8/8/2021) dini hari. 12 belas pelaku kita tetapkan statusnya menjadi tersangka dan langsung dilakukan penahanan. 11 orang ditahan di Polres Ponorogo, dan 1 orang dibawah umur diserahkan ke orang tua. Kita tahan karena terbukti menjadi penyebab kerusakan di rumah Lahuri dan Misri warga Rt 02 Rw 02 Dukuh Demalang Desa Sumoroto, serta 4 ruangan SMPN 02 Kauman.” Terang Guling.

Ke 11 orang dari 12 pelaku penerbang balon udara berpetasan ini terancam hukuman  15 tahun penjara, lantara dijerat dengan Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

Sementara itu, terkait kerusakan rumah Lahuri serta gedung SMPN 02 Kauman, ke 12 pelaku bersedia memperbaiki, kendati proses hukum di Polres Ponorogo masih berjalan. 

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum ke 12 tersangka Suryo Alam, saat melakukan silahturahmi ke sejumlah rumah yang menjadi korban. Diantaranya, rumah milik Lahuri, Bekti warga Demalang Desa Sunoroto, dan Kateno desa Plosojenar Kecamatan Kauman, serta SMPN 02 Kauman.

Suryo Alam mengaku, seluruh kerusakan yang muncul akibat kejadian ini akan diperbaiki. Hal ini sebagai upaya menyelesaikan kasus yang menjerat ke 12 klienya itu.

“Semua biaya perbaikan kerusakan yang diakibatkan peristiwa ini ditanggung oleh para tersangka yang saat ini sudah ditahan di Polres Ponorogo. Kita akan mengklirkan semua persoalan ini dengan cara melaksanakan ganti rugi atas kerusakan yang diderita,” Ucapnya.

Diketahui sebelumnya, terdapat 4 rumah warga di Desa Sumoroto dan Plosojenar Kecamatan Kauman serta 1 bangunan SMPN 02 Kauman porak poranda, usai terimbas ledakan petasan balon udara tanpa awak, yang dibuat dan diterbangkan para tersangka.

Ledakan yang terjadi pukul 05.45, Jumat 6 Agustus 2021 pagi itu membuat pintu dan kaca rumah warga rusak parah, bahkan ledakan terdengar hingga radius 3 kilometer. Akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta rupiah. (Eny)

Check Also

Korupsi Jalan, KPK Tangkap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Dewan Direksi PT. Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!