godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Oktober 16 2021
Home / Hukrim / Satpam PLN Kendal Berlagak Preman, Wartawan Sedang Bertugas Diteriki ‘Maling’ Ia Seret Ke Pos
Ilustras kebakaran dan larang wartawan meliput

Satpam PLN Kendal Berlagak Preman, Wartawan Sedang Bertugas Diteriki ‘Maling’ Ia Seret Ke Pos

KENDAL, NusantaraPosOnline.Com-Edi Prayitno, wartawan televisi MNC group, mendapat perlakuan tidak pantas dan tidak menyenangkan saat sedang melakukan tugas jusrnalistik. Edi, diteriaki ‘maling’ oleh Satpam PLN Gardu Induk (GI) Kaliwungu Kendal Jawa Tengah, yang berlagak preman.

Tak hanya itu korban juga diseret ke Pos keamanan, idcard disita serta dipaksa untuk menghapus rekaman video hasil liputan. Sang jurnalis juga di ambil gambar oleh petugas keamanan gardu induk. Peristiwa tersebut terjadi saat Edi, akan meliput peristiwa kebakaran yang terjadi di GI Kaliwungu, Sabtu siang (10/7/2021).

Menangapi adanya kejadian yang melecehkan profesi wartawan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kendal, Rosyid Ridho, mengecam keras tindakan tersebut. Karena, saat wartawan melaksanakan tugas peliputan berita dilindungi oleh Undang undang Pers No 40 tahun 1999.

“Selama ini kami dengan PLN Kendal berhubungan baik dan kami sangat menyangkan kejadian ini, kami akan meluruskan pada pihak PLN soal kejadian ini, bilaperlu mengambil langka hukum.” kata Rosyid, Minggu (11/7/2021).

Rosyid mengaku, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif dari tindakan arogan yang dilakukan oknum petugas keamanan GI Kaliwungu. Namun akibat kebakaran tersebut, membuat sebagian wilayah kabupaten Kendal listrik padam dan beberapa perusahaan besar di Kaliwungu tidak bisa beroperasi selama sekitar 6 jam karena ada pemadaman.

Sementara itu, Edi Prayitno mengaku sudah meminta ijin kepada Manager PLN ULP Kendal Novi Sari untuk meliput kejadian kebakaran yang melanda GI Kaliwungu pada Sabtu siang (10/7/2021). Namun entah kenapa sampai di lokasi dan bahkan dirinya mengambil gambar dari jarak jauh namun dari dalam diteriaki ‘Maling’ dan dibawa ke pos keamanan.

“Bentuk intimidasi, saya sudah telpon Bu Novi sebelum ambil gambar namun saat ambil gambar diminta satpam ke pos dan ditahan, kemudian saat ada yang menelpon ke seseorang bernama Dany dari semarang yang meminta saya untuk hapus file gambar padahal saya sudah bilang sebelumnya jika saya dilarang ambil gambar saya tak pulang saja tetapi saya dihalangi lalu pak Dany tetap minta mmc kamera disita,” Kjar Edi. Minggu (11/7/2021).

Edi mengaku saat mengambil gambar dari kejauhan “Saya ambil gambar 10 meter dari pos satpam dan tidak mendekat ke bangunan yang terbakar karena saya pakai zoom kamera masih bisa, saya ambil gambar malah di teriki ‘Maling’ oleh satpam, dan saya diset ke Pos Keamanan.” Ujarnya. (Jun)

Check Also

Langgar PPKM, Wali Kota Malang Cuman Didenda Rp 25 Juta Usai Vidionya Viral Dimetsos

MALANG, NusantaraPosOnline.Com-Setelah dilaporkan ke Polres Malang oleh warga Malang yang tergabungdalam Jaringan Aliansi Aktivis Malang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!