godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , November 24 2020
Home / Daerah / Sekda Dumai Diduga Mainkan Proyek Jalan Bengkalis 2013 – 2015
TERSANGKA KORUPSI JALAN : Saat pengambilan sumpah jabatan M Nasir sebagai sebagai Sekretaris Daerah Dumai dilakukan langsung oleh Walikota Dumai Zulkifli AS yang dilaksanakan di gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung Pemko Dumai. Jumat (10/2/2017) lalu.

Sekda Dumai Diduga Mainkan Proyek Jalan Bengkalis 2013 – 2015

JAKARTA (NusantaraPosOnline.Com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, M Nasir, telah mengatur proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, di Bengkalis, tahun anggaran 2013-2015.

Waktu itu, Nasir menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis, kini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Tak hanya mengatur pemenang proyek, Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (PT MRC), Hobby Siregar, diduga telah menurunkan spesifikasi dan kualitas jalan dari yang direncanakan.

Akibat perbuatan Nasir dan Hobby, keuangan negara ditaksir menderita kerugian hingga Rp 80 miliar dari nilai proyek Rp495 miliar.

“Indikasi kerugian negara yang setidaknya Rp 80 miliar, sejak awal ada semacam pengkondisian pihak yang mengerjakan proyek tersebut dan kemudian ada spesifikasi yang tidak sesuai dengan yang diatur sebelumnya,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (16/8/2017).

Lebih lanjut ia mengatakan, KPK akan terus mendalami dugaan ‘permainan’ proyek yang dilakukan Nasir dan Happy. “Kita lakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dari pihak swasta. Kita dalami proses-proses pengadaannya,” katanya.

Febri memastikan, terdapat serangkaian kegiatan penyidikan yang bakal dilakukan tim penyidik di Bengkalis.

“Jadi tim masih di sana. Pemeriksaan kita lakukan juga,” kata Febri.

KPK menetapkan M Nasir dan Hobby Siregar sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Nasir dan Hobby diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sekitar Rp495 miliar.

Atas perbuatnya, Nasir dan Happy disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP.(*)

Check Also

Pabrik Aspal Karet Muba Resmi Operasional, Harapan Baru Petani

MUSI BANYUASIN, NusantaraPosOnline.Com-Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba), Sumatra selatan (Sumsel), untuk mendongkrak nilai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!