Hukrim  

Terungkap, Motif Otak Pembunuhan Juragan Rongsokan Sidoarjo Gegara Sakit Hati Istri Diganggu Korban

Pelaku eksekutor berinisial J, yang melakukan penembakan juragan rongsokan di Sidoarjo setelah ditangkap. Jumat (1/7/2022). FOTO : Istimewah

SIDOARJO, NusantaraPosOnline.Com-Polisi menyebut Pria berinisial J (31 tahun), tersangka pelaku penembak juragan rongsokan bernama Muhammad Sabar, di Sidoarjo mengaku melakukan aksinya atas perintah sepupunya yang berinisial PE sebagai otak pembunuhan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu mengatakan, PE memerintahkan J menembak korban karena latar belakang sakit hati. Korban yang pernah bertetangga dengan PE di Pasuruan, kala itu korban pernah mengganggu istri PE enam tahun silam.

“PE menjanjikan imbalan Rp100 juta kepada J jika berhasil membunuh korban menggunakan senjata api. Selanjutnya tersangka J menerima permintaan PE. Namun, paska penembakan uang yang dijanjikan PE belum sempat dia terima karena mereka sudah terlebih dahul ditangkap polisi.”  Kata Kusumo. di Polresta Sidoarjo, Jumat (1/6/2022).

Menurut Kusumo, setelah menyepakati permintaan PE, selanjutnya tersangka J bertemu PE di depan Bank BRI Larangan, Sidoarjo pada 15 Juni 2022. Mereka memastikan lokasi rumah korban Muhammad Sabar.

BACA JUGA :

“Selanjutnya pada 25 Juni 2022 PE mengantarkan senjata api ke rumah kos J yang berada di Kebonsari, Candi, Sidoarjo. Senjata tersebut yang untuk digunakan J untuk mengeksekusi korban.” Ujar Kusumo.

Selanjutnya, sambung Kusumo, pada 27 Juni 2022, J melancarkan aksinya sekitar pukul 19.00 WIB di depan rumah korban. J menembak leher belakang dan lengan kirinya korban.

“Saat mengeksekusi koraba J sengaja mengenakan atribut ojek online dan mengendarai sepeda motor Honda Vario merah agar tidak menimbulkan kecurigaan warga sekitar. Setelah melakukan penembakan, J kabur ke Sampang, Madura. Dua hari kemudian, tim gabungan Satreskrim Polresta Sidoarjo dan Subdit Jatanras Polda Jatim berhasil menangkapnya J dipersembunyianya.” Terang Kusumo.

Satreskrim Polresta Sidoarjo menyatakan bahwa J melakukan perbuatan pidana pembunuhan berencana atau penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Usai jadi korban penembakan korban Muhammad Sabar meninggal dunia pada Rabu 29 Juni 2022 di RSUD Sidoarjo setelah kondisinya kritis selama dua hari setelah peristiwa penembakan.

Atas perbuatannya J dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 355 ayat (2) KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Tersangka J, terancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman maksimal penjara 20 tahun,” pungkas Kusumo.(Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!