Hukrim  

Beli Jimat Pakai Duit Palsu, Seorang Kakek Diringkus Polisi di Banjarnegara

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, mennjukan tersangka saat konferensi pers di Mapolres Banjarnegara.

BANJARNEGARA, NusantaraPosOnline.Com-Seorang kakek berinisial E (60 tahun), asal  Desa Semawung Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo, diringkus Polres Banjarnegara, Jawa tengah.

Kakek berusia 6o tahun ini, ditangkap tindak pidana terkait uang palsu yang ia lakukan terhadap korban S (53) seorang pawang kuda lumping warga Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara yang terjadi pada 21 Agustus 2022 di Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, mengatakan, kejadian ini bermula sekitar tahun 2017 silam. Kalai itu, korban S dikenalkan oleh temannya dengan tersangka, selang beberapa tahun tidak ketemu kemudian pada tanggal 21 Agustus 2022 sekira pukul 18.00 WIB tersangka kembali berkunjung ke rumah S dengan maksud silaturahmi, pada saat itu tersangka membawa jimat / pusaka “Popok Wewe” dan menerangkan bahwa jimat itu belum bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

“Saat itu S memberitahu tersangka, untuk mengaktifkan khodam di jimat tersebut harus dibelikan minyak goib. Namun, tersangka E tidak tahu cara dan tempat membeli minyak goib. Maka tersangka E memberikan uang kertas senilai Rp 1 juta pada S. Tak hanya itu, E juga meminta S mencarikan ‘Batara Karang’ sejenis jimat jenglot,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Banjarnegara. Jum’at (30/9/2022).

Setelah uang diterima, kemudian S dan anaknya DP pergi untuk membeli minyak, sebelum membeli minyak S menghitung kembali jumlah uang tersebut dan didapati pada uang pecahan seratus ribu rupiah tidak ada nomor serinya.

“Karena curiga kemudian korban melapor ke Polres Banjarnegara, setelah kejadian itu, kemudian pada tangga 25 Agustus 2022  tersangka kembali berkunjung ke rumah S dengan membawa sebuah tas berwarna hitam dan selalu dipegang,” tuturnya.

Mengtahui hal itu, sambung Kapolres, korban merasa curiga dan menghubungi anggota Polres Banjarnegara memberitahukan bahwa tersangka, saat ini berada di rumahnya dengan tujuan menanyakan Jimat ‘Betara Karang’ yang dipesan tersangka.

“Korban kemudian ia berpura-pura mengajak tersangka, untuk menemui temannya di daerah Legok Rejasa Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara yang memiliki jimat/ pusaka ‘Betara Karang’, hal tersebut dilakukan dengan maksud agar tersangka bersedia untuk ikut pergi bersamanya dan hendak di serahkan kepada petugas,” kata dia.

Setelah tersangka bersedia, sambung Kapolres, kemudian sekitar pukul 19.30 Wib, S mengajak makan malam tadi Kuliner Taman Kota. Sejurus kemudian, anggota Polres Banjarnegara mengamankan tersangka untuk dibawa ke mapolres Banjarnegara untuk dimintai keterangan terkait atas informasi tersebut.

“Kemudian pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang dibawa oleh tersangka, di tas warna hitam terdapat banyak kertas yang menyerupai uang pecahan 100.000 sebanyak 160 Lembar. Pada saat bagasi motor dibuka juga ditemukan lagi kertas yang menyerupai uang pecahan 100.000 sebanyak 110 Lembar,”  Terangnya.

Kapolres menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan Sat Reskrim Polres Banjarnegara bahwa tersangka datang ke Banjarnegara dengan tujuan membeli jimat atau barang antik, namun karena ia tidak mempunyai uang asli yang cukup banyak, sehingga ia gunakan uang palsu.

“Tersangka mengku mendapatkan uang palsu tersebut, dengan cara membeli pada seseorang yang mengaku warga Kota Magelang. Dan dari hasil pemeriksaan BI Purwokerto, bahwa barang bukti dari E ini merupakan uang palsu. Kepastian tersebut, tertuang dalam surat yang dikeluarkan BI tertanggal 1 September 2022.” Imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tersangka di jerat pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 26 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun, menantinya. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!