godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , Desember 1 2020
Home / Hukrim / Bupati Nganjuk Terjaring OTT, KPK Amankan 15 Orang
DIAMANKAN : Bupati Nganjuk Drs. H Taufiqurahman, bersama istri Drs, Ita triwibawati (Sekda Kabupaten Jombang)

Bupati Nganjuk Terjaring OTT, KPK Amankan 15 Orang

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan adanya kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim satgas KPK di Jakarta, dan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Rabu (25/10).

Sebanyak 15 orang diamankan dalam operasi senyap tersebut, termasuk di dalamnya adalah Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.

“Benar ada kegiatan tim penindakan di lapangan di dua daerah, Nganjuk dan Jakarta. Kami amankan sekitar 15 orang. 15 orang tersebut adalah unsur kepala daerah, pejabat terkait disana dan pihak swasta, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK, untuk menentukan statusnya. ucap Febri, Rabu (25/10/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Febri menambahkan, OTT ini dilakukan setelah tim mencurigai adanya kegiatan tindak pidana suap yang terjadi di Nganjuk dan berlanjut di Jakarta. Selain Bupati Nganjuk, terdapat pula unsur Kepala Dinas dan beberapa pejabat di Kabupaten Nganjuk yang ikut diamankan.

Saat ditanyakan kasus suap dan berapa jumlah uang yang diamankan, Febri belum mau merinci secara detail informasi terkait kasus suap dan berapa jumlah uang yang diamankan. “Diamankan uang dalam bentuk mata uang rupiah, tentu terkait dengan kewenangan yang bersangkutan sebagai kepala daerah,” tuturnya.

Saat ini beberapa pihak telah dibawa ke Gedung KPK untuk diperiksa intensif. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak ini. “Kami tentu akan menggunakan semaksimal mungkin waktu sekitar 24 jam maksimal setelah proses OTT ini dilakukan sekitar siang hari ini,” katanya.

Taufiqurrahman sendiri pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 6 Desember 2016. Kader PDIP itu menjabat sebagai Bupati Nganjuk dua periode, yakni pada 2008-2013 dan 2013-2018. Taufiqurrahman saat itu diduga terlibat dalam kasus di lima proyek yang terjadi pada 2009.

Proyek-proyek tersebut adalah pembangunan Jembatan Kedung Ingas, proyek rehabilitasi saluran Melilir Nganjuk, proyek perbaikan jalan Sukomoro sampai Kecubung, proyek rehabilitasi saluran Ganggang Malang, dan proyek pemeliharaan berkala Jalan Ngangkrek ke Blora di Kabupaten Nganjuk. Namun, Taufiqurrahman bisa lepas jeratan tersangka KPK setelah menang di praperadilan. KPK pun akhirnya melimpahkan kasus Taufiqurrahman itu ke Kejaksaan Agung. (rin)

Check Also

Tim Supervisi KPK Dalami Berkas Perkara Djoko Tjandra

JAKARAT, NusantaraPosOnline.Com-Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, menyebutkan tim supervisi Komisi Pemberantasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!