JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Belasan grombolan pendekar perguruan silat di Jombang Jawa timur, melakukan aksi pengeroyokan di jalan raya Karangmojo Kecamatan Plandaan. Tepatnya dekat POM mini di Dusun Mojogulung, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Jombang. Kamis 26 Mei 2022 sekira pukul 23.30 WIB.
Pengeroyokan dipicu persoalan sepele, lantaran korban mengenakan atribut perguruan beladiri yang berbeda dengan kelompok pelaku.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengatakan, kejadianya pengeroyokan tersebu terjadi pada Kamis 26 Mei 2022 sekira pukul 23.30 WIB. Korbanya ada dua orang pelajar, yakni MAH (18) warga Desa Bedahlawak, KecamatanTembelang, Jombang, dan temannya DNPW (20) Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kab Bojonegoro. Keduanya berasal dari salah satu perguruan silat di Jombang.
“Pelakunya sekitar 12 orang. Dalam kejadian ini polisi berhasil meringkus 6 dari 12 pelaku. Yaitu Veriansyah Rifki Pratama (18) dan AQZ (15), warga Desa Ketapangkuning, MS (15), AGS (16) dan APA (15), ketiganya warga Desa/Kecamatan Ngusikan, serta MNW (15), warga Desa Sumberteguh, Kudu, Jombang. Mereka diringkus Jumat (27/6/2022) sekitar pukul 20.00 WIB. Para pelaku mayoritas berstatus pelajar.” Kata Giadi.
Sedangkan pelaku yang buron adalah V (17), DD (17) dan BG (18), warga Desa Mojo, Ngusikan, Jombang, serta RZ (17), TF (20) dan DF (14), warga Desa Ketapangkuning, Ngusikan, Jombang. Sambung Giadi.
“Keenam tersangka sudah kami tahan di Rutan Polres Jombang. Mereka kami jerat dengan pasal 170 KUHP,” Terang Giadi.
Giadi menjelaskan, kejadian berawal pada Kamis 26 Mei 2022 sekira jam 23.30 WIB. Saat itu korban MAH bersama temanya DNPW sedang berbocengan dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X bernopol S 5027 X usai menonton pertunjukan hiburan hajatan warga di dusun Mojogulung, Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Jombang.” Kata Giadi.
Saat melewati jembatan sungai kecil (dekat POM mini) di Dusun Mojogulung, Desa Karangmojo, Kec.Plandaan, Jombang, MAH dan DNPW di teriaki beberapa orang yang tidak di kenal dengan mengatakan ‘Arek T- Arek T “ yang maksudnya adalah anak perguruan silat SH Teratai.
“Seketika itu beberapa orang yang tidak di kenal yang berjumlah sekitar belasan orang langsung memukuli secara bersama-sama. Sehingga MAH mengalami luka lebam di pelipis sebelah kanan dan kiri, Luka lebam di kepala bagian atas, dan Luka lebam di tangan sebelah kanan. Sedangkan DNPW mengalami luka berat di tangan sebelah kanan, Luka lebam dibahu sebelah kanan dan kiri, Luka lebam di kaki sebelah kanan dan kiri.” Ungkapnya.
Menurut Giadi, pelaku tidak hanya memukuli korban, sepeda motor Honda Supra X yang dikendarai korban juga dirusak pelaku. Selanjutnya, para pelaku pengeroyokan yang tidak dikenal tersebut langsung pergi meninggalkan korban.
“Tak terima atas kejadian ini, selanjutnya korban melapor ke Mapolsek Plandaan guna untuk di tindak lanjuti. Sedangkan Penyebab kejadian ini sepele. Saat itu hanya karena korban memakai kaos perguruan silat dari perguruan silat lain.” Ujarnya.
Giadi menambahkan, bahwa pihaknya tidak melarang para pelajar atau masyarakat umum ikut perguruan silat. Karena silat itu termasuk olahraga yang positif. Ia pun menghimbau kepada semua anggota perguruan silat agar tidak berbuat anarkis maupun tindak pidana lainnya.
“Untuk menjaga keamanan semua masyarakat di Jombang, kami akan tindak tegas segala perbuatan oknum pesilat yang melakukan tindak pidana, tanpa pandang bulu.” tegasnya. (Why)










