Hukrim  

Jual Tanah Negara, Kades di Muara Enim Ditangkap

Inalah tampang pria berinisial ID Kepala Desa Gunung Megang Luar dibawa petugas Kejari Muara Enim untuk dititipkan ke Lapas.

MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Kepala Desa (Kades) Gunung Megang Luar, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumtra selatan, berinisial DI (33 tahu), ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Enim.

Kades yang baru menjabat dua tahun ini, ditahan setelah dirinya ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan koropsi menjual tanah aset Pemerintah Kabupaten Muara enim, kepada pihak swasta PT Rantai Mulia Kencana (RMK) dan PT Turba Batu Bara Enim (TBBE).

Kajari Muara Enim Ahmad Nuril Alam mengtakan, setelah melakukan serangkaian penyidikan, akhirnya penyidik Kejari Muara enim, menetapkan satu orang tersangka dalam kasus duga penjualan tanah aset Pemkab Muara Enim yang berlokasi di Desa Gunung Megang Luar.

“Penyidik sudah menetapkan satu orang tersangka berinisial DI, merupakan Kades aktif Desa Gunung Megang Luar. Tersangka ID sudah ditahan dan dititipkan di Lapas Muara Enim.” Kata Kajari Muara Enim Ahmad Nuril Alam dalam keterangan persnya. Selasa (18/07/2023).

Lebih lanjut Kajari menjelaskan, kasus ini terjadi pada tahun 2021 lalu, dimana tersangka berinisial DI ini, telah menjual aset Pemkab Muara enim kepada ke perusahaan tambang batu bara yakni PT RMK  dan PT TBBE. Aset yang sudah dijual, tersebut berupa jalan dengan panjang 1,7 KM dan lebar 4,5 Meter.

Kajari menjelaskan jalan tersebut kini terputus karena pihak perusahaan swasta yang membeli jalan itu, sudah melakukan eksploitasi dan akibat penjualan tanah negara tersebut, negara mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah.

“Akibat penjualan aset Pemkab Muara Enim ini, berdasarkan hasil perhitungan BPKP, negara mengalami kerugian senilai Rp. 1.868.468.610,99.”  Ujarnya.

Kajari juga menjelaskan, dari perkara ini, Kejari Muara enim sudah menerima uang titipan dengan total Rp 374.822.400. Dengan perincian Rp 74.822.400 merupakan titipan dari tersangka ID, dan dari saksi yakni dari PT RMK dan PT TBBE  sebesar Rp 300 juta.

“Terkait dugaan kasus korupsi ini, Kejari Muara enim, akan terus mengembangkan dimana saat ini sudah ada 23 orang saksi yang diperiksa dan ada tiga ahli yakni dari Kemendagri, BPKP, BPN serta ahli pertambangan. Dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasu ini.” Terang Nuril Alam.

“Atas perbuatanya tersangka ID dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001. Dengan ancaman hukuman pidana penjara  minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah  dan paling banyak 1 miliar rupiah.” Tandas Kajari Muara Enim. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!