godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Mei 7 2021
Home / Hukrim / Kasus Kekerasan Jurnalis Tempo Di Surabaya Naik Ke Penyidikan
Puluhan wartawan dari berbagai media di Mojokerto membentangkan poster dan spanduk saat menggelar aksi solidaritas di Alun-alun Kota Mojokerto. Mengutuk tindak kekerasan yang dialami Nurhadi, wartawan Tempo di Surabaya.

Kasus Kekerasan Jurnalis Tempo Di Surabaya Naik Ke Penyidikan

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo, Nurhadi di Surabaya, naik ke tahap penyidikan setelah polisi melakukan sederet pemeriksaan hingga gelar perkara.

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto, mebenarkan hal tersebut. “Benar, kasusnya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Namun hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka.” kata Totok, Selasa (20/4/2021).

“Belum. Yang pasti untuk saat ini baru penyidikan. Nanti perkembangannya kita sampaikan lagi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, naiknya status penyidikan ini juga sesuai Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/338/RES/IV.1.6/2021 yang diterbitkan hari ini. Dalam kasus ini penyidik menggunakan pasal 18 ayat (1) UU No.40 tahun 1999 tentang Pers subsidar pasal 170 KUHP, pasal 351 KUHP dan pasal 335 KUHP.

Ditempat terpisah, Koordinator Advokasi Aliansi Anti-Kekerasan Terhadap Jurnalis, Fatkhul Khoir, yang mendampingi Nurhadi, mengatakan ia menyambut baik langkah yang dilakukan polisi mengunakan delik pers. Karena ini merupakan terobosan dalam kasus-kasus pelanggaran terhadap pers dan jurnalis.

“Selama ini banyak kasus kekerasan terhadap jurnalis yang kemudian hanya menerapkan pasal-pasal KUHP. Jadi, saya kira penerapan delik pers ini adalah terobosan yang bagus dan sesuai dengan harapan kami,” kata Fatkhul.

Tim Advokasi Aliansi Anti-Kekerasan Terhadap Jurnalis mengapresiasi penyelidik dan penyidik Polda Jatim yang telah menerapkan delik pers dalam peristiwa kekerasan kepada Nurhadi tersebut. Apalagi, dengan menerapkan Undang-Undang Pers, penyelidik harus mencari lebih banyak keterangan mengenai kerja-kerja jurnalistik.

Untuk itu, penyelidik sempat mengundang Imam Wahyudi (anggota Dewan Pers), Pemimpin Redaksi Tempo.co, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, hingga mendatangkan ahli hukum pers, Herlambang P. Wirataman.

“Penyidik menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi bagian dalam penegakan Undang-Undang Pers di Indonesia,” kata Fatkhul, yang juga pengacara dari Federsi KontraS. Salawati, pengacara LBH Lentera yang juga salah satu kuasa hukum Nurhadi, berharap kasus ini menjadi contoh bagaimana Undang-Undang Pers diterapkan dalam kasus-kasus pelanggaran terhadap terhadap pers. “Semoga ini bisa menjadi momentum untuk membangun solidaritas jurnalis di Indonesia dalam melawan kekerasan terhadap pers,” kata Salawati. (ags)

Check Also

Jual Sabu Ke Pemudik, Sopir Travel Di Pati Kembali Dibekuk Polisi

PATI, NusantaraPosOnline.Com-Seorang sopir travel berinisial JDM, residivis kasus narkoba asal Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!