godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , Juli 30 2021
Home / Hukrim / Kejari Jombang Tahan Pengurus KUD Sumber Rejeki, Terkait Korupsi Pupuk Bersubsidi
Solahuddin (topi hitam) pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki, saat ditahan oleh Kejari Jombang. Rabu siang (23/6/2021)

Kejari Jombang Tahan Pengurus KUD Sumber Rejeki, Terkait Korupsi Pupuk Bersubsidi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menahan satu orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang tahun 2019, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 500 juta. Rabu (23/6/2021) sekitar pukul 14.00 WIB..

Tersangka yang ditahan tersebut yakni Solahuddin (55) adalah merupakan salah satu pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki di Desa Kauman Kecamatan Mojoagung, Jombang.

Solahuddin, diumumkan sebagai tersangka oleh Kejari Jombang, pada Selasa 16 Februari 2021 lalu. penetapan tersangka tersebut sesuai surat penetapan tersangka nomor Kep 01/M.5.25/FD.1/02/2021.

“Perkara ini adalah perkara yang ditangani Kejari Jombang sebelum saya bertugas disini. Sesuai dengan janji saya, akan menuntaskan PR perkara yang belum tuntas,  salah satunya  untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi pupuk bersubsidi tahun 2019. Hari ini kami melakukan penahanan satu orang tersangka berinisial S (Solahuddin).”  Kata Imran. Usai melakukan penahanan. Rabu siang (23/6/2021).

Solahuddin (topi hitam) pengurus Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Rejeki, saat digiring ke Lapas Kelas II B Jombang. Rabu siang (23/6/2021)

Imran menjelaskan, tersangka S (Solahuddin) ditahan sejak hari ini, sampai 20 hari kedepan,  di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Jombang.

“Modus yang dilakukan tersangka S (Solahuddin) yaitu memanipulasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani terhadap pupuk bersubsidi tahun 2019. Yang secara keseluruhan saya melihatnya tidak tepat sasaran.” Ujar Imran.

Setelah memeriksa barang bukti berupa dokumen yang telah dikumpulkan total kerugian negara mencapai Rp 500 juta. Dan berdasarkan pendalaman kasus ini, Kejari Jombang, hari ini juga menetapkan satu orang tersangka baru.

“Berdasarkan hasil pendalaman kasus ini, kami temukan adanya keterlibatan tersangka lain dalam kasus pupuk bersubsidi tahun 2019 di Kecamatan Mojoagung. Dan hari ini kita juga menetapkan tersangka baru, yaitu KS (Kusairi). Tersangka KS (Kusairi) ini adalah koordinator penyuluh di Kecamatan Mojoagung. Namun untuk tersangka KS (Kusairi) belum dilakukan penahanan, jadi baru ditetapkan tersangka hari ini.” Kata Kejari Jombang.

Pihaknya juga mengaku, telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dalam kasus pupuk bersubsidi ini. Imran mengatakan bahwa tindak pidana korupsi tersebut dilakukan secara bersama yang artinya tidak dilakukan oleh satu tersangka.

“Kasus dugaan korupsi pupuk bersubsidi tahun 2019, ini dilakukan bersama-sama, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, selain S (Solahuddin) dan KS (Kusairi).” Pungkasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Solahuddin, Zainal Fanani, mengatakan, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan bagi kliennya. “Kami akan mengajukan penangguhan penahanan. Secara hukum tersangka memiliki hak, untuk mengajukan penangguhan penahanan.” Kata Zainal Fanani, saat ditemui dihalaman  Lapas Klas IIB Jombang. Rabu siang (23/6/2021).  (Rin)

Check Also

Alex Noerdin Desebut Terima Rp 2,4 Miliar Dana Proyek Masjid Raya Sriwijaya

NusantaraPosOnline.Com, PALEMBANG-Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Naimullah saat sidang di Pengadilan Negeri Palembang. Selasa (27/7/21) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!