godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Selasa , April 20 2021
Home / Hukrim / Kejari Tetapkan Bos CV Media Mentari Tersangka Korupsi Perpusdes DD 2019
Kajari Jombang, Yulius Sigit Kristanto

Kejari Tetapkan Bos CV Media Mentari Tersangka Korupsi Perpusdes DD 2019

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Jawa timur, menetapkan pemilik atau bos CV Media Mentari, Cucuk Suhardi (47) Sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perpustakaan desa (Perpusdes) dari Dana Desa (DD) tahun 2019, yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 328 juta.

Cucuk Suhardi (47) adalah dari pihak swasta, merupakan warga Perum Firdaus, Jombang, yang menyediakan buku dan rak untuk pengadaan Perpusdes di 57 Desa, yang tersebar di 8 kecamatan, di Jombang.

“Hari ini penyidik sudah menetapkan satu orang tersangka kasus korupsi pengadaan buku dan rak Perpusdes yang dibiayai dari DD tahun 2019,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Jombang, Yulius Sigit. Rabu (3/3/2021).

Tim Kejari, Jombang, saat melakukan pengecekan buku dan rak Perpusdes didesa Watugaluh, Kecamatan Diwek. Yang dibeli Pemdes Watugaluh dari tersangka Cucuk Suhardi.

Sigit menyebutkan satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni berinisial CS (Cucuk Suhardi ) dari pihak swasta, sebagai penyedia buku dan rak Perpusdes

“Tersangka CS sebagai penyedia buku dan rak untuk Perpusdes di 57 desa, di 8 Kecamatan di Jombang, dibiayai DD tahun 2019. Total keseluruhan anggaran dari 57 desa mencapai Rp 1,1 miliar. Anggaran untuk 57 desa tersebut, masing-masing desa bervariasi tergantung jumlah buku dan rak yang dibeli. Satu desa mengalokasikan DD antara Rp 15 juta hingga Rp 30 juta perdesa.” Terangnya.

Untuk pengadaan buku dan rak untuk Perpusdes di 57 desa, dikuasai sendiri oleh tersangka. Mulai dari penawaran, hingga pengadaan semuanya dikelolah oleh tersangka CS sendiri.  Dengan mengunakan 3 perusahaan, yaitu CV Media Mentari, CV Mulia Jaya dan CV Prima. Namun, ketiga CV tersebut dikendalikan tersangka.

Modus operandinya, CS menggunakan atas nama karyawannya untuk menjadi pemilik CV. “Modusnya, pendirian satu CV memakai atas nama karyawannya, dan satunya CV milik temannya yang ia pinjam. Yang satunya lagi CV atas nama ia sendiri. Tapi semuanya yang mengelola tersangka sendiri,” Ujar Kejari.

Modus kedua, kata Sigit, tersangka menggunakan tiga CV untuk menyediakan buku dan rak dengan harga normal untuk Perpusdes di 57 desa. Padahal, buku dan rak, yang dibeli tersangka dengan harga diskon.

Jadi buku dan rak dibeli tersangka dengan harga diskon. Tapi oleh tersangka melalui 3 CV dijual dengan harga normal. Perbuatan tersangka dianggap merugikan negara sebesar Rp 328 juta. (Why)

Check Also

Kejati Sumsel Sita 7 Ruko Milik Eddy Hermanto Tersangka Dugan Korupsi Masjid Masjid Sriwijaya

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan (Kejati Sumsel) menyita tujuh unit bangunan jenis rumah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!