Hukrim  

Eks Ketua KPU Depok Akhirnya Dijebloskan Kepenjara

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Titik Nurhayati,

DEPOK, NusantaraPosOnline.Com-Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Titik Nurhayati, yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi penggunaaan dana sosialisasi media Pilkada Depok 2015. Akhirnya dijebloskan ke penjara Rumah tahanan (Rutan) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Senin (8/8/2022).

Penahanan tersebut dilakukan setelah majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung memerintahkan JPU Kejaksaan Negeri Depok agar menahan terdakwa.

Perintah tersebut dikeluarkan Hakim, setelah JPU membacakan dakwaan terhadap terdakwa Titik. Senin (8/8/2022).

“Penahanan ini berdasarkan penetapan hakim nomor : 80/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bdg dengan melakukan penahanan terhadap terdakwa Titik Nurhayati ke dalam rumah tahanan (Rutan) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Terhitung tanggal 08 Agustus 2022 sampai dengan 06 September 2022,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Depok, Mochtar Arifin. Senin (8/8/2022).

Sidang dugaan korupsi mantan Ketua KPU Kota Depok diketuai majelis hakim T. Benny Eko Supriyadi dengan anggota Eka Saharta Winata Laksana dan Jeffry Yefta Sinaga.

Mochtar mengatakan, terdakwa mantan Ketua KPU Depok dijerat dengan dakwaan Primair, Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Subsidair, Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Sidang akan kembali dilanjutkan pada Senin, 15 Agustus 2022 dengan agenda pemeriksaan saksi,” Pungkasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Depok menetapkan mantan Ketua KPU Depok Titik Nurhayati sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Pilkada Depok 2015.

Perkara ini berawal, saat KPU Depok mendapat dana hibah pada 2015 dengan total anggaran Rp 44,9 miliar. Titik dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang ketika menjabat sebagai Ketua KPU Depok pada 2015 bersama saksi Fajri Asrigita Fadillah.

Fajri telah diputus berkekuatan hukum tetap, terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait kegiatan fasilitas kampanye dan audit dana kampanye berupa pekerjaan debat terbuka pasangan calon dalam iklan media massa cetak dan elektronik pada 2015.

Tindakan itu mengakibatkan kerugian negara berdasarkan audit BPK Rp 817 juta lebih.

Modus yang dilakukan Titik adalah melakukan konspirasi bersama Fajri dengan cara mengubah metode lelang menjadi penunjukan langsung.

Selanjutnya menyusun nilai HPS dengan cara menyalin angka-angka saja tanpa melakukan survei dan komunikasi kepada pihak televisi, radio, dan media cetak dalam mencari harga pasar.  Sehingga hal itu mengakibatkan kerugian keuangan negara.(Bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!