godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , November 27 2020
Home / Hukrim / Korupsi DD, Kades Sumberkradenan Ahmad Zaini Ditahan Kejari Malang
Ahmad Zaeni, digiring petugas Kejari menuju mobil tahanan, untuk mengantarnya menuju Lapas Lowokwaru Malang. Rabu (11/11) petang

Korupsi DD, Kades Sumberkradenan Ahmad Zaini Ditahan Kejari Malang

MALANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menahan Kepala Desa (Kades) Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, Ahmad Zaeni. Rabu (11/11) sore.

Ahmad Zaeni dijebloskan ke Lapas Lowokwaru usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sejak pukul 11.30 WIB hingga pukul 15.10 WIB. Dalam kasus dugaan kasus korupsi Dana desa (DD) tahun 2019.

Dengan memakai rompi warna orange bertuliskan Pidsus, Ahmad Zaeni yang memakai kemeja putih, digiring petugas Kejari Kabupaten Malang dari ruang penyidikan di lantai dua menuju mobil tahanan yang sudah disiapkan untuk mengantarnya menuju Lapas Lowokwaru Malang.

Selama digelandang, Ahmad Zaeni hanya tertunduk, dan memilih bungka ketika ditanya para wartawan.

“Sementara yang bersangkutan kami tahan selama 20 hari, untuk kepentingan penyidikan. Penahanan terhadap Ahmad Zaeni karena ada beberapa alasan. Pertama karena ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun. Kedua Ahmad Zaeni masih berstatus aktif sebagai Kades Sumberkradenan.” Kata Kasi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Malang, Agus Hariyono, SH.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, sebelumnya penyidik Kejari, sudah permah memeriksa Ahmad Zaeni sebagai saksi. Kemudian setelah proses penyidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, akhirnya Ahmad Zaeni ditetapkan sebagai tersangka pada Agustus 2020 lalu.

“Penetapan sebagai tersangka berdasarkan keterangan saksi, alat bukti surat, hasil pemeriksaan Inspektorat dan keterangan ahli. Total ada sebelas saksi yang kami minta keterangan,” Ujarnya.

Kemudian baru Rabu kemarin, penyidik memanggil Ahmad Zaeni untuk diperiksa sebagai tersangka. Pemeriksaan dimulai pukul 11.30. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepadanya.

“Dari keterangannya saat pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui menggunakan DD untuk kepentingan pribadinya,” terangnya.

Atas perbutanya Ahmad Zaeni dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Bahkan juga bisa diancam hukuman mati, bila dalam kondisi darurat atau tertentu.

Sebagai informasi Ahmad Zaeni adalah Kades Sumberkradenan Kecamatan Pakis yang masih aktif. Dia dilaporkan warga melakukan dugaan korupsi DD tahun 2019. Atas laporan itu, Kejari melakukan penyelidikan.

Ada sebelas orang saksi yang telah dimintai keterangan. Dari hasil keterangan saksi-saksi, menguatkan bahwa Ahmad Zaeni menggelapkan DD 2019. Nilai atas kerugian negara ditafsir sekitar Rp 300 juta.

Modus korupsi yang dilakukannya, yakni meminta bendahara desa mencairkan anggaran DD ke dalam rekeningnya. Kemudian setelah cair, anggaran tersebut tidak digunakan untuk pembangunan desa yang sudah diprogramkan.

Anggaran DD ratusan juta tersebut, malah oleh Ahmad Zaeni digunakan untuk keperluan pribadi. Sehingga menyebabkan beberapa program pembangunan fisik di Desa pada tahun 2019 terbengkalai atau tidak ada bangunan fisiknya. Seperti pembangunan rabat beton, gapura dan jembatan. (Sk)

Check Also

Kades Krembung Sidoarjo Dijempu Paksa Polisi, Terkait Kasus Tanah

SIDOARJO, NusantaraPosOnline.Com-Kepala Desa (Kades) Krembung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dijemput paksa oleh tim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!