godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Desember 5 2021
Home / Hukrim / KPK Tangkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin (Putra Sulung Alex Nurdin) Terkait Suap Proyek
Konferensi Pers KPK terkait penetapan 4 orang tersangka, kegiatan tangkap tangan di Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel. Di gedung KPK Jln Kuningan Jakarta Selatan. Sabtu (16/10/2021)

KPK Tangkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin (Putra Sulung Alex Nurdin) Terkait Suap Proyek

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Bupati Musi Banyuasin (Muba) periode 2017 – 2018 , Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) ditetapkan sebagai tesangka dugaan suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemkab Muba, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dodi diketahui merupakan putra sulung mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin ia menjabat selama 2 periode. Yakni periode 2008 – 2013 dan 2013 – 2018.

Dalam kasus suap proyek ini tak hanya Dodi, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainya yakni : Kepala Dina PUPR Pemkab Muba, Herman Mayori; Kabid SDA atau PPK Dinas PUPR Muba, Eddi Umari; dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy.

Penetapan tersangka terhadap Dodi dan tiga tersangka lainnya ini dilakukan KPK melalui gelar perkara setelah memeriksa secara intensif sejumlah pihak yang diringkus dalam OTT pada Jumat malam (15/10/2021).

Dalam kasus ini, KPK menduga Dodi Reza Alex telah mengarahkan Herman Mayori, Eddi Umari dan beberapa pejabat lain di Dinas PUPR Kabupaten Muba agar merekayasa proses lelang sejumlah proyek di Muba. Salah satunya dengan membuat list paket pekerjaan dan juga telah ditentukan calon rekanan yang akan menjadi pelaksana pekerjaan tersebut.

“Selain itu, DRA (Dodi Reza Alex Noerdin) juga telah menentukan prosentase pemberian uang fee dari setiap nilai proyek paket pekerjaan di Kabupaten Muba yaitu 10% untuk DRA  (Dodi Reza Alex Noerdin), 3% sampai dengan 5% untuk HM (Herman Mayori) dan 2% sampai dengan 3 % untuk EU (Eddi Utari) serta pihak terkait lainnya,” Kata Alexander Marwata wakil ketua KPK dalam Konferensi Pers di gedung KPK Jln Kuningan Persada Kav. 4 Jakarta Selatan. Sabtu (16/10/2021).

Alex membeberkan, untuk tahun 2021 pada Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kab Muba, PT Selaras Simpati Nusantara menjadi pemenang dari empat paket proyek. Keempat proyek itu, yakni rehabilitasi daerah irigasi Ngulak III (IDPMIP) di Desa Ngulak III, Kec. Sanga dengan nilai kontrak Rp 2,39 miliar; peningkatan jaringan irigasi DIR Epil dengan nilai kontrak Rp 4,3 miliar; peningkatan jaringan irigasi DIR Muara Teladan dengan nilai kontrak Rp 3,3 miliar; normalisasi Danau Ulak Ria Kecamatan Sekayu dengan nilai kontrak Rp 9,9 miliar.

“Total commitment fee yang akan diterima oleh DRA dari SUH dari empat proyek dimaksud sejumlah sekitar Rp 2,6 miliar. Sebagai realiasi pemberian commitment fee oleh Suhandy atas dimenangkannya empat proyek paket pekerjaan di Dinas PUPR tersebut, diduga SUH telah menyerahkan sebagian uang tersebut kepada DRA melalui HM dan EU,” papar Alex.

Atas dugaan tindak pidana tesebut, Dodi, Herman, dan Eddi yang disangka menerima suap dijerat dengan Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Suhandy disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk diketahui Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ., M.B.A. (lahir 1 November 1970) adalah Bupati Musi Banyuasin periode 2017—2021. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi Golkar dua periode yakni 2019 – 2014 dan 2014 – 2016. Ia merupakan putra sulung atau anak kandung dari mantan Gubernur Sumtra Selatan Alex Noerdin.

Sedangkan Alex Noerdin adalah anggota DPR RI Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan Sumsel II. Sebelumnya ia menjabat Gubernur Sumatera Selatan periode 2008 – 2013 dan 2013 – 2018.

Sebelumnya ia menjabat Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin menjabat sebagai Bupati Muba dalam dua periode berturut-turut (2001-2006 dan 2007 – 2012), namun ia mengundurkan diri di tengah periode kedua masa jabatannya, tepatnya pada 14 Juni 2008 untuk mengikuti pencalonan sebagai Gubernur Sumatera Selatan.

Selanjutnya Alex Noerdin menjabat sebagai Gubernur Sumesl selama 2 periode (Periode 2008 – 2013 dan 2013 – 2018).

Karir politik Alex Noerdin terhenti karena terbelit kasus dugan korupsi. Ada 2 kasus yang membelit Alex Noerdin, yaitu : Pada Kamis, 16 September 2021 lalu, Kejagung menetapkan Alex sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Pemprov Sumsel periode 2010-2019. Dan pada Rabu 22 September, Kejagung menetapkan Alex sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembuatan Masjid Sriwijaya, Palembang.  Saat ini Alex Noerdin ada didalam Bui. Menunggu kasusnya disidangkan. Jadi Alex Noerdin dibeli dua kasus dugaan korupsi yang berbeda. (Bd)

Check Also

Demo Ormas Pemuda Pancasila Di Gedung DPR Berakhir Ricuh, 21 Orang Diamankan Polisi

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) di depan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!