godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Nasional / KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Sebagai Tersangka Kasus Suap
Ketua KPK, Firli Bahuri menyampaikan keterang pers di gedung KPK, terkait penetapan dan penahanan wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin sebagai tersangka suap.

KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Sebagai Tersangka Kasus Suap

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan kasus di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Politisi Partai Golkar ini diduga memberikan uang pelicin sebesar Rp 3,1 miliar kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin untuk mengurus perkara di Lampung Tengah yang menyeret namanya dan kader Partai Golkar lainnya, yaitu Aliza Gunado, yang tengah diselidiki KPK.

Dalam kasus ini KPK menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.  “Tim penyidik melakukan penahanan kepada tersangka selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 13 Oktober 2021 di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam konfernsi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (25/9/2021)

Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan, kasus yang menjerat Azis Syamsuddin (AZ) ini berawal pada sekitar Agustus 2020. Azis Syamsuddin (AZ) menghubungi mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju (SRP) untuk meminta tolong mengurus kasus yang melibatkannya dan Aliza Gunado (AG) yang sedang diselidiki KPK.

Sejurus kemudian, Stepanus Robin Pattuju menghubungi Maskur Husain untuk ikut mengawal dan mengurus perkara tersebut. Setelah itu, Maskur Husain menyampaikan pada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan uang sebesar Rp 2 miliar.

“Stepanus Robin Pattuju (SRP) juga menyampaikan langsung kepada Azis Syamsuddin (AZ) terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh Azis Syamsuddin (AZ). Jadi artinya, ada kesepatan antara SRP dan AZ,” kata Firli pada Sabtu dini hari (25/9).

Setelah itu, Maskur Husain (MH) diduga meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp 300 juta kepada Azis. Untuk teknis penyerahan uang suap dari Azis dilakukan melalui transfer rekening bank dengan menggunakan rekening bank milik Maskur Husain (MH). Selanjutnya, Stepanus menyerahkan nomor rekening bank dimaksud kepada Azis.

“Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, AZ dengan menggunakan rekening bank atas nama pribadinya diduga mengirimkan uang sejumlah Rp 200 juta ke rekening bank MH secara bertahap,” Kata Firli, dalam keterangan persnya di gedung KPK.

Masih pada bulan Agustus 2020, Stepanus Robin juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap yang diberikan oleh Azis, sebesar US$100.000, SGD17.600, dan SGD 140.500.

Uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh Stepanus dan Maskur ke salah satu money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

“Sebagaimana komitmen awal pemberian uang dari Azis Syamsuddin (AZ) kepada Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan Maskur Husain (MH) sebesar Rp 4 miliar, yang telah direalisasikan sejumlah Rp 3,1 miliar,” Pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka Azis Syamsuddin disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Bd)

Check Also

Tol Bisa Dibeli Swasta Rezem Dianggab Hanya ‘Mandor’ Dan Tukang ‘Gebuk’ Ini Kata Pengamat

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kebijakan pemerintah Jokowi terkaitinfrastruktur jalan tol yang dijual ke pihak swasta. Mendapat sorotan miring …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!