godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Rabu , Januari 27 2021
Home / Hukrim / Penembak Petani Di Muara Enim Diringkus Polisi
Polisi melakukan proses utopsi jenaza Heru setiawa, korban penembakan. Minggu (18/10/2020) pagi.

Penembak Petani Di Muara Enim Diringkus Polisi

MUARA ENIM, NusantaraPosOnline.Com-Polisi meringkus pelaku penembakan terhadap seorang petani Heru Setiawan (30) yang mayatnya ditemukan terkapar di kebun karet. Pelaku masih memiliki hubungan keluarga dengan korban bernama Diki Destian (30).

Pelaku diamankan tanpa perlawanan di rumahnya tak jauh dari kediaman korban di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Muara Enim, Sumatera Selatan. Petugas mengamankan barang bukti sepucuk senapan angin dan pakaian.

Kapolsek Lembak Iptu Desi Azhari mengtakan, pelaku mengaku sakit hati dengan korban karena selalu ditantang korban berkelahi. Terakhir, dia ditantang korban berkelahi sehari sebelum kejadian sehingga saat itu terjadi cekcok mulut antara keduanya. “Jadi Motifnya sakit hati, tersangka kesal selalu ditantang berkelahi oleh korban,” kata Desi, Minggu (18/10).

Tak tahan menahan emosi, tersangka mendatangi korban yang sedang menyadap karet di kebunnya. Mereka kembali terlibat cekcok dan korban sempat mengacungkan parang ke arah tersangka.

“Tersangka membalas dengan menembaknya yang mengenai leher, korban tewas dan tersangka langsung pulang, meninggalkan korban di TKP” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 juncto Pasal 340 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara hingga hukuman mati. Petugas masih melakukan pemeriksaan tersangka untuk melengkapi berkas perkara.

Sebelumnya, masyarakat Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Muara Enim, dikagetkan dengan penemuan mayat dengan luka tembak di bagian leher di kebun karet di Jalan Pialing, Desa Lembak, Minggu (18/10) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diketahui bernama Heru Setiawan (30).

Korban mengalami luka tembak dari senjata api jenis senapan angin yang mengenai leher bagian kiri. Kondisinya terlentang di atas sepeda motornya dan masih mengenakan sepatu boot. Dari olah TKP, korban tewas karena sengaja dibunuh karena tidak ada barangnya yang hilang. Dokter forensik mengangkat proyektil yang masih bersarang di leher korban. (jn)

Check Also

Korupsi Bibit Talas Rp 1,87 M, Kejari Tahan Rekanan Pemkab Empat Lawang

EMPAT LAWANG, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang menahan satu orang rekanan Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!