Hukrim  

Polisi Tangkap Pelaku Investasi Bodong di Palembang, Tipu Korban Rp 1 M Lebih

Radar Gladis Meychindi pelaku inventasi bodong di palembang
Radar Gladis Meychindi, pelaku penipuan di Palembang, berkedok inventasi bodong setelah diamanakan polisi Unit 4 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

PALEMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Polisi Unit 4 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap seorang perempuan Radar Gladis Meychindi (24) pelaku penipuan dengan berkedok inventasi bodong, yang menipu ratusan korbannya sekitar Rp 1 miliar lebih.

Pelaku Radar ditangkap polisi di rumahnya di Lorong Kedemangan Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang Sumatra selatan.  Sebelum ditangkap Radar sepat kabur Kejakarta.

Kasubdit Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus membenarkan penangkapan tesebut, ia mengtakan benar anggota kami berhasil menangka seorang perempuan dengan kasus investasi bodong jenis makan. Keuntungannya mencpai Rp 1 milyar dalam bisnis tersebut.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat soal dugaan penipuan inventasi bodong, sebagai tindak lanjut laporan kami bersama anggota langsung melakukan penyelidikan. Sebelum ditangkap, tersangka ini juga sempat melarikan diri ke Jakarta namun akhirnya ia pulang kerumahnya, karena rindu dengan orang tua. Anggota pun cepat menangkapnya berdasarkan laporan korban di polda sumsel,” kata Agus. Rabu (18/5/22).

Saat ini tersangka sedang menjalani introgasi oleh petugas, dan menunggu korban lainya yang sudah di rugikan tersangka. Singkat Agus.

Sementara itu menurut pengakuan tersangka Radar Gladis Meychindi ia menyebutkan bahwa dirinya sudah menjalankan investasi bodong berbagai usaha seperti pempek, salon cafe dan pecel lele. Sudah berjalan dua tahun dari bulan Maret 2020.

Untuk para investor sendiri beragam dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Setiap investor di janjikan 20% keuntang modal awal dalam 15 hari.

“Setiap 15 hari para investor dijanjikan keuntungan sebesar 20 % dari modal mereka.” ujar Radar dihadapan petugas. Rabu (18/5/22).

Radar mengaku, awalnya bisnis ini lancar namun saat bulan oktober sampai november, bisnis ini mengalami kerugian cukup besar. Karena uangnya di putar-putar ke investor lain di tambah membuka usah lainya, ditambah lagi masa pandemi covid-19.

“Jadi setiap ada investor lain uangnya digunakan untuk membayar yang lainya, ditambah membayar gaji admin. Setiap admin ini tugasnya adalah mencari investor. Total uang yang berhasil di kumpulan dari 100 orang, sudah masuk ke rekening berjumlah Rp 1 miliar lebih.” ungkapnya

Setelah bisnis mengalami kerugian dirinya langsung melarikan diri ke Jakarta dan mencari pekerjaannya sejak bulan maret 2021 dan berpindah pindah tempat lain. Sambung Radar.

“Disana saya tingga di apertemen tema kemudian berpindah tempat,  pulang ke palembang karena rindu dengan orang tua jadi maret kemarin pulang kerumah.” Ungkap tersangka Radar. (Jun) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!