Hukrim  

Polwan Mojokerto Bakar Suami Hingga Tewas, Berbuntut Penyesalan

Briptu Fafdhilatun Nikmah, bersama suaminya Briptu Rian Dwi Wicaksono (sekarang almarhum). (FOTO : Istimewah).

MOJOKERTO, NusantaraPosOnline.Com-Polisi wanita (Polwan) Briptu Fafdhilatun Nikmah (28) yang membakar suaminya hidup-hidup Briptu Rian Dwi Wicaksono (27) hingga tewas. Yang terjadi di Asrama polisi (Aspol) di Jalan Pahlawan Kelurahan Miji Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto, pada Sabtu 8 Juni 2024 pagi. Kini berbuntut penyesalan, dan

Polwan Briptu Fafdhilatun, yang merupakan anggota Polres Mojokerto Kota, kini menyesali perbuatanya, menyiramkan bensin ke suaminya Briptu Rian yang juga anggota polisi, Polres Jombang.

Penyesalan Polwan kelahiran Jombang, Januari 1996 itu, tercermin saat ia melarikan suaminya yang mengalami luka bakar ke RSUD Kota Mojokerto. Dia sempat meminta maaf kepada sang suami.

Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Jatim karena telah membuat suaminya Briptu Rian meninggal dunia pada Minggu 9 Juni 2024 pukul 12.55 WIB. Akibat mengalami 96 persen luka bakar.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto mengtatan, setelah menjalani perawatan, Briptu Rian dinyatakan meninggal pada Minggu siang.

BACA JUGA :

“Jadi FN ini juga memiliki tanggung jawab, untuk menolong yang bersangkutan (suminya-res) dengan dibantu beberapa tetangga, membawa ke rumah sakit. Saat di rumah sakit FN ini, meminta maaf kepada suami, atas perbutanya.” kata Dirmanto, Minggu (9/6/2024).

Bagaimana pun juga Fadhilatun bertanggung jawab atas kematian suaminya, sambung  Dirmanto, atas perbuatannya sang istri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Polda Jatim.

“Yang bersangkutan, menjalani pemeriksaan di Subdit 4 Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim. Namun, Briptu Fadhilatun harus menjalani pemeriksaan didampingi psikiater, karena ia sendiri mengalami trauma mendalam setelah berupaya menyelamatkan suaminya.” Terangnya.

Darmanto menambahkan, bahwa pihaknya sangat prihatin atas kejadian ini. Dan dalam menanganai perkara ini pihaknya libatkan psikiatri, lantaran sang istri mengalami trauma mendalam.

Dirmanto menyebutkan, kronologi kejadian seperti informasi yang beredar di media. Sebelum peristiwa itu terjadi, Briptu Rian Dwi Wicaksono baru pulang dari kantor. Menurut Darmanto, saat berada di asrama polisi itu korban sempat terlibat cekcok dengan sang istri mengenai gaji ke-13.

“Karena saking emosinya, sang istri menyiramkan bensin yang sudah disiapkan ke muka dan badan suaminya. Tidak jauh dari TKP ada sumber api dan terpercik, akhirnya membakar yang bersangkutan,” Ungkap Dirmanto.***

Pewarta : WAHYU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!