godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Juni 20 2021
Home / Hukrim / Sidang Ekstasi Heboh, 16 Butir BB Hilang Dari Dakwaan, Ditanya Hakim JPU Gelagapan

Sidang Ekstasi Heboh, 16 Butir BB Hilang Dari Dakwaan, Ditanya Hakim JPU Gelagapan

MEDAN, NusantaraPosOnline.Com-Sidang perkara narkotika Golongan I jenis pil ekstasi di ruang cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (18/2/2021) dengan terdakwa Muhammad Wahyu (20) warga Jalan Pertanian Dusun II, Desa Jambur Pulau, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mendadak heboh, dan Hakim terpaksa menunda sidang.

Pasalnya terdapat 16 butir pil ekstasi barang buktinya (BB) menghilang, dari dakwaan Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Sumut.

Hal tersebut teruangkap, berdasarkan keterangan saksi dari Ditresnarkoba Polda Sumut Rahmad Hidayat, yang dihadirkan JPU dari Kejati Sumut, Abdul Hakim Sori Muda Harahap, ketika dia bersama anggota tim lainnya melakukan penangkapan terhadap terdakwa,  jumlah BB berupa ekstasi tersebut berjumlah 26 butir.

Mendengar keterangan saksi tesebut, secara pontan majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing menyela. “Dari keterangan saksi BB berjumlah 26 butir Ekstasi, apa betu ? Gimana ini Pak Jaksa? Keterangan saksi 26 butir. Di dakwaan kok cuma 10 butir. Ke mana yang 16 butir ?” cecar Hakim Denny Lumbantobing.

Menanggapi pertanyaan itu, JPU Abdul Hakim tampak pucat dan gelagapan, karena jawabannya ada 2 versi. Yakni sisa ekstasi 16 butir tersebut disisihkan untuk keperluan laboratorium.

“Nggak bisa begitu Pak Jaksa. kalau memang barang buktinya 26 butir buat di dakwaan 26 butir juga, Jangan dibuat 10 butir.” tegas Denny.

Dengan rau wajah pucat, penuntut umum kemudian beralasan bahwa terjadi salah pengetikan pada dakwaan. Bukan 10 butir, melainkan 26 butir. “Salah ketik itu, Yang Mulia,” sambil merenvoi dakwaannya.

Majelis hakim kemudian mengkonfrontir keterangan saksi dengan terdakwa Muhammad Wahyu yang dihadirkan secara daring. “Wahyu, bagaimana keterangan saksi ini? Apa benar 26 butir ekstasi yang diamankan dari kau ?.” tanya Denny.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, terdakwa pun membenarkan keterangan saksi dari kepolisian tersebut bahwa dirinya ditangkap membawa 26 butir pil ekstasi. “Benar, Pak Hakim, 26 butir,” Jawab terdakwa.

Usai mendengar keterangan saksi maupun terdakwa, majelis hakim kemudian menunda persidangan pekan depan dengan agenda penyampaian tuntutan dari JPU.

Sementara dalam dakwaan JPU, Rabu (22/7/2020) sekira pukul 18.00 WIB saksi Rahmad Hidayat dan M Aulia Darma (petugas Ditresnarkoba Polda Sumut) mendapat informasi tentang  terdakwa Muhammad Wahyu als Wahyu melakukan peredaran narkotika jenis ekstasi di Jalan Pasar I, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang.

Kemudian kedua saksi bersama tim langsung menuju lokasi tersebut dan melihat 2 laki-laki mencurigakan berboncengan sepeda motor Honda Supra X 125 warna Hitam Merah di pinggir Jalan Pasar I, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Salah seorang petugas langsung melakukan penindakan dengan memepet sepeda motor terdakwa hingga terjatuh kemudian membekuk terdakwa. Dari genggaman tangan kiri terdakwa, saksi Rahmad Hidayat menemukan 1 bungkus plastik klip bening tembus pandang berisi pil ekstasi warna hijau berlogo Hulk.

Dari penangkapan tesebut, teman terdakwa bernama Ari berhasil melarikan diri atau masuk DPO. Terdakwa Muhammad Wahyu beserta 26 butir pil ekstasi dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut guna proses hukum selanjutnya.

Jadi ada perbedaan antara keterangan saksi, dengan dakwaan JPU. Saksi Rahmad Hidayat (Petugas petugas Ditresnarkoba Polda Sumut) menyebut BB sebanyak 26 butir Ekstasi.

Sedangkan dalam dakwaan JPU, BB ekstasi tertulis hanya 10 butir dengan berat 4,93 gram. Muhammad Wahyu dijerat dengan dakwaan pertama, pidana Pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atau kedua, Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika. (Jn)

Check Also

Diduga Tipu Pelanggan, Pedagang Di Jombang Ditangkap Polisi

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Seorang ibu rumah tangga pedagang toko peracangan, Sela putri rahayu (26) warga Dusun Caruban …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!