godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Sabtu , Januari 16 2021
Home / Hukrim / Sidang Kasus e-KTP : Jatah Demokrat Rp 150 M, Golkar Rp 150 M Dan PDIP Rp 80 M
Andi Agustinus alias Andi Narogong

Sidang Kasus e-KTP : Jatah Demokrat Rp 150 M, Golkar Rp 150 M Dan PDIP Rp 80 M

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong yang merupakan tersangka korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Mengalirkan sejumlah uang ke Partai Golkar, Demokrat dan PDI Perjuangan yang merupakan jatah dari proyek pengadan kartu e-KTP.

Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo yang memberikan secara bertahap uang itu  pada 2011 sampai 2012, saat proyek senilai Rp 5,8 triliun itu berjalan.

Tak hanya itu, partai yang menguasai kursi DPR periode 2009-2014 juga kecipratan duit e-KTP. Mulai dari bekas Ketua DPR Marzuki Ali, bekas Ketua Umum Partai Demokrat, hingga bekas Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Golkar Chairuman Harahap.

Terungkapnya hal ini dipersidangan berawal salah seorang hakim membacakan BAP milik mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman yang bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/1).

Di BAP yang dibacakan, Irman menerima secarik kertas dari Sugiharto yang berisi rincian penerima uang proyek e-KTP.

“Dalam pertemuan tersebut Sugiharto memperlihatkan kepada saya berupa secarik kertas, berisi catatan sebagai berikut, untuk Golkar kode kuning sebesar Rp150 miliar, untuk Demokrat dengan kode biru sebesar Rp150 miliar, untuk PDIP kode merah sebesar Rp80 miliar, Marzuki Ali dengan kode MA sebesar Rp20 miliar, untuk Anas Urbaningrum dengan kode AU Rp20 miliar, Chairuman Harahap dengan kode CH sebesar Rp20 miliar,” kata salah seorang hakim yang membacakan keterangan Irman dalam BAP.

Usai membaca BAP itu, hakim sempat menanyakan mengenai kebenaran keterangan yang disampaikan Irman.

Selanjutnya Irman menjawab “Betul yang mulia. Jadi pak Sugiharto bilang ke saya setelah menerima kertas dari Andi. Menurut Sugiharto dari Andi,” jawab Irman.

Lalu Hakim kemudian bertanya ke Sugiharto yang memberikan keterangan bersama Irman soal apakah penyerahan uang tersebut dilaporkan ke Andi Narogong.

“Enggak ada (laporan),” ucap Sugiharto yang juga dihadirkan menjadi saksi untuk Novanto.

Irman lalu melanjutkan, dalam fakta yang muncul di persidangan, dalam termin pertama, kedua, dan ketiga pada 2011 dan termin keempat pada 2012, Direktur PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo menyampaikan kepada Sugiharto telah menyerahkan uang kepada Andi. Namun, Irman mengaku lupa jumlah uang tersebut.

Anang adalah salah satu penggarap proyek e-KTP yang masuk dalam Konsorsium PNRI. Anang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

“Anang melapor kepada Sugiharto. Bahwa telah menyerahkan uang kepada Andi,” terang Irman.

“Tiga kali tahun 2011, satu kali 2012. Lalu pak Sugiharto lapor pada saya, Andi juga lapor kepada Sugiharto bahwa telah menerima uang dari Anang oleh SN dan kawan-kawan,” kata Irman menambahkan.

Dalam surat dakwaan, Setnov disebut telah menerima jatah dalam proyek e-KTP ini sebesar US$7,3 juta dan jam tangan merek Richard Mille seri RM 011 senilai US$135 ribu. Uang tersebut diserahkan oleh Anang dan Johannes Marliem, sementara jam tangan diberikan oleh Andi dan Marliem.

Sementara itu, Andi dalam persidangan dirinya dua bulan lalu,  mengatakan sebelum proyek berjalan, Irman meminta jatah 10 persen, 5 persen untuk anggota DPR dan 5 persen untuk Kementerian Dalam Negeri. Masing-masing Kementerian Dalam Negeri dan anggota DPR periode 2009-2014 mendapat jatah Rp250 miliar.

Andi juga menjelaskan, untuk pengurusan jatah DPR dan Kemendagri diurus dua pihak terpisah, Yakni  untuk anggota DPR diurus PT Quadra Solution, sedangkan untuk jatah pihak kemendagri diurus PT Sandipala Arthaputra dan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). (bd)

Check Also

Kejari Tahan Mantan Ketua KONI Jombang Tanpa Borgol Dan Rompi Tahanan

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Tim penyididik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, hari ini Jum’at (8/1/2021) siang. Melakukan  penahanan, terhadap  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!