godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Jumat , April 26 2019
Home / Investigasi / 6.303 Keranjang Ikan, Dan 44 Troly Impor Bantuan Hibah Dari DKP Jatim, Mangkrak Tak Membawa Manfaat
Keranjang ikan impor bantuan DKP Jatim tahun 2017 yang mangkrak. Sejak diterima nelayan tidak pernah digunakan sama-sekali. Minggu (17/3/2019)

6.303 Keranjang Ikan, Dan 44 Troly Impor Bantuan Hibah Dari DKP Jatim, Mangkrak Tak Membawa Manfaat

TRENGGALEK, NusantaraPosOnline.Com-Sebanyak 6.303 trays (Keranjang ikan), dan 44 buah trolly  (Grobak dorong) yang berasal dari bantuan hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, sudah 1 tahun lebih mangkrak dan tak membawa manfaat apa-apa terhadap nelayan penerima bantuan di Kabupaten Trenggalek.

Pembelian keranjang ikan dan trolly tersebut dibeli dari CV Patra Jaya, dengan cara impor dari Negara Jerman. Proyek tersebut didanai dari APBD Jatim tahun 2017 sebesar Rp 4.400.000.000.

Keranjang ikan impor bantuan DKP Jatim tahun 2017 yang mangkrak dan nyaris rusak. Sejak diterima nelayan hanya ditumpuk didepan rumah nelayan di Trenggalek. Minggu (17/3/2019)

Menurut sumber terpercaya, ia mengatakan bantuan hibah 6.303 keranjang ikan, dan 44 buah trolly, tersebut baru diserahkan kepada Kelompok usaha bersama (KUB) nelayan di Kabupaten Trenggalek, pada awal Januari 2018 lalu.

“Proyek tersebut hanya akal-akalan pihak DKP Jatim, bukan berdasarkan kebutuhan dan usulan dari KUB nelayan di Trenggalek. Bahkan KUB penerima bantuan ada yang tidak memiliki badan hukum. Jadi proyek ini sangat dipaksakan.” Katanya.

Ia juga menambahkan, sekarang terbukti keranjang dan trolly tersebut mangkrak. Sejak diterima KUB nelayan tidak  pernah digunakan oleh nelayan.

Trolly bantuan DKP Jatim tahun 2017 yang sudah rusak. Sejak diterima nelayan tidak pernah digunakan sama-sekali untuk mengangkut ikan. Minggu (17/3/2019)

“Logikanya adalah  kalau pembelian keranjang ikan dan trolly tersebut dianggarkan berdasarkan usulan dan kebutuhan nelayan di Trenggalek, tidak mungkin keranjang tersebut mangkrak. Bahkan harga pembelian keranjang dan  trolly tersebut ada dugaan dimark-up.” Ucapnya.

Sementara itu menurut seorang pengurus KUB nelayan  kabupaten Trenggalek berinisial JA (53)  ia mengatakan bahwa KUB tidak pernah mengusulkan ke DKP Jatim, untuk meminta bantuan keranjang ikan plastik dan troly. Tapi KUB tetap senang diberi bantuan keranjang ikan, dan trolly masak mau ditolak. 

“Tapi keranjang bantuan DKP yang berbahan planstik tersebut tidak cocok untuk kami. Karena keranjang tersebut hanya bermuatan sekitar 40 Kg sampai 50 Kg ikan.  Biasanya untuk mengangkut ikan dari kapal ke tempat pelelangan, nelayan mengunakan keranjang rotan bermuatan 100 Kg.”  Kata AJ,  Minggu (17/3/2018).

Trolly bantuan DKP Jatim tahun 2017 yang sudah rusak. Sejak diterima nelayan tidak pernah digunakan sama-sekali untuk mengangkut ikan. Minggu (17/3/2019)

Menurutnya, jika mengangkut ikan mengunakan keranjang bantuan dari DKP, mengangkutnya jadi tambah lama,  karena muatan keranjang sedikit hanya kisaran 40 Kg, dibandingkan dengan keranjang rotan bisa muat 100 Kg sekali angkut. Disamping ongkos angkut juga bertambah mahal , jadi nelayan rugi dengan upah angkut.

“Jadi oleh karena itulah keranjang ikan impor bantuan DKP tidak pernah digunakan oleh nelayan. Mengangkut ikan jadi lama, dan ongkos angkut juga bertambah, makanya keranjang tersebut mangkrak. Sedang kan 44 trolly bantuan juga tidak digunakan oleh nelayan, karena untuk mengangkut keranjang ikan dari kapal ke tempat pelelangan hanya berjarak kisaran 10 meter sampai 15 meter, jadi tidak perlu mengunakan trolly.”. Kata AJ.

Ia menambahkan, oleh karena itulah keranjang ikan mangkrak sampai sekarang. Untuk masalah bantuan 44 trolly juga tidak digunakan untuk mengangkut ikan, karena untuk mengangkut keranjang ikan dari kapal lebih cepat dan praktis dengan cara dipikul.

“Jadi intinya memang benar bantuan 6.303 keranjang ikan dari DPK Jatim tersebut mangkrak, dan sejak diserahkan ke nelayan tidak pernah digunakan. Trolly bantuan juga sudah banyak yang rusak tapi tidak digunakan untuk mengangkut ikan.” Tambah AJ, yang menolak namanya disebutkan , dengan alasan takut kedepanya tidak diberi bantuan lagi oleh DKP Jatim.

Terkait bantuan tersebut, menurut HN (47) salah seorang pengusaha tambak udang asal Kabupaten Cilacap Jawa tengah. Ia menyebutkan kuat dugaan pembelian keranjang impor tersebut telah terjadi mark-up anggaran.

“Keranjang ikan merek Caraemer, yang ukuran muatan 50 Kg buatan Jerman tersebut, satu buah keranjang dipasaran Indonesia paling mahal hanya kisaran Rp 450 ribu perbuah, itu sudah termasuk tutup keranjang.  Sedangkan keranjang yang yang dibeli DKP Jatim, tidak ada tutupnya. Pasti harganya lebih murah.” Kata HN.

Keranjang ikan impor bantuan DKP Jatim tahun 2017 yang mangkrak dan nyaris rusak. Sejak diterima nelayan hanya ditumpuk didepan rumah nelayan di Trenggalek. Minggu (17/3/2019)

Menurutnya, jika pembelian dengan partai besar yang mencapai hampir 10 ribu keranjang, akan mendapatkan potongan harga. Jadi menurut saya diduga sudah terjadi mark-up harga dalam pembelian keranjang tersebut.

“Sedangkan 44 trolly bantuan DKP tersebut, saya lihat itu produk lokal. Kalau kita buat sendiri ditukang las, paling hanya menghabiskan anggaran Rp 3 juta/ trolly, itu sudah kualitas trolly diatas bantuan DKP Jatim. Jadi menurut saya anggaran Rp 4,4 milyar tersebut tidak wajar.” Kata HN, yang juga menolak namanya disebutkan, dengan alasan juga takut tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Untuk diketahui, DKP Jatim juga memberikan bantuan hibah kepada KUB nelayan di Kabupaten Pacitan, pada tahun 2017 lalu DKP Jatim, juga menganggarkan Rp 2.688.000.000 untuk pembelian sekitar 2.865 keranjang ikan, dan sekitar 20 trolly dengan merek dan ukuran yang sama dengan bantuan untuk KUB nelayan di Trenggalek.  Pembelian juga melalui perusahaan yang sama yaitu CV Patra Jaya.

Artinya total keseluruhan pada tahun 2017 DKP Jatim sudah menyedot APBD 2017 sebesar Rp 7.077.000.000 untuk pembelian 9.168 keranjang impor dari Jerman, dan membeli 74 trolly. Namun sayang bantuan ini sampai hari ini tidak membawa manfaat apa-apa bagi nelayan penerima bantuan.  Hak rakyat untuk mendapatkan kesejahteraan dari Negara oleh DKP Jatim dirubah menjadi proyek keranjang ikan dan trolly yang mangkrak.

Sampai berita ini diturunkan kami masih berusaha meminta konfermasi dan klarifikasi dari pihak DKP Jawa timur. (rin/Skd)

Check Also

Dua Kapal Inkan Mina Bantuan KKP Di Trengalek, Sejak 2011 Sampai Sekarang Mangkrak

TRENGGALEK, NusantaraPosOnline.Com- Dua unit Kapal Inka Mina berbahan piber berbobot 30 gross Ton (GT) bantuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *