godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Minggu , Oktober 24 2021
Home / Hukrim / Bareskrim Bongkar Praktek Pengoplosan Gas Subsidi 3 Kg

Bareskrim Bongkar Praktek Pengoplosan Gas Subsidi 3 Kg

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) mabes Polri membongkar praktik pengoplosan gas bersubsidi 3 kg yang dipindahkan kedalam tabung gas non subsidi, dengan cara disuntik ke tabung gas 12 kilogram, di Meruya Utara, Jakarta Barat. Selasa (6/4/2021).

Gas hasil oplosan tersebut, dijual kepasaran dengan harga non subsidi. Dalam pengungkapan itu polisi menahan dua pelaku berinisial DF dan T yang berperan sebagai pengoplos gas tersebut.

“Kedua pelaku yang sudah diamankan, mengakui sudah beroperasi sejak 2018.mereka beroperas saat ini sdh melakukan kegiatan dari tahun 2018 dan tentunya keterangan ini akan kami crosscheck lagi.” Kepala Sub Direktorat I Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Kasubdit I Dittipidter) Bareskrim Polri Kombes Muhammad Zulkarnain.

Dari tiga TKP itu, pihaknya menyita 1.372 tabung gas 3 kilogram, 307 tabung gas 12 kilogram, dan 100 selang regulator untuk memindahkan gas dari tabung 3 kilogram ke 12 kilogram.

“Kalau yang 12 kg itu 140 ribu sedangkan yang 3 kg itu 17 ribu di pangkalan mereka beli. Jadi, satu tabung biru ini diisi 4 tabung melon,” Terangnya.

Zulkarnain mengatakan, atas praktik ini, pemerintah mengalami kerugian sebesar Rp 7 miliar. Jika dihitung selisih dari pada subsidi yang dikeluarkan pemerintah, tentu para pelaku mendapat keuntungan yang banyak. Kemudian untuk pekerja di tempat penyuntikan itu masih ditetapkan sebagai saksi.

“Jadi mereka menjual gas kepasaran dengan harga yang 12 kg (Harga gas non susidi), padahal isi gasnya berasal dari gas 3 kg (Gas bersubsidi).” kata Zulkarnain.

Zulkarnain mengatakan, pihaknya akan mendalami lebih lanjut terkait agen yang menjual gas subsidi tersebut. Menurutnya, jika agen juga meraih keuntungan, maka pihaknya bisa saja ditetapkan sebagai tersangka.

Apalagi, kata dia, jika agen tersebut juga meraup keuntungan dari praktik pengoplosan tersebut. “Sebenermya hal ini dari awal sudah mencurigakan, karena pelaku membeli gas tabung 3 kilogram dalam jumlah besar, jadi ada kemungkinan ada keterlibatan agen.” ungkap Zulkarnain.

Selanjutnya, atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 8 UU nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 53 UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 40 miliar. (bd)

Check Also

Korupsi Jalan, KPK Tangkap Wakil Ketua Dewan Direksi PT Wika-Sumindo

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Dewan Direksi PT. Wika-Sumindo, Petrus Edy Susanto …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!