Hukrim  

Edarkan Sabu, Buruh Pabrik di Jombang Ditangkap

Edarkan Sabu, Buruh Pabrik di Jombang Ditangkap.

JOMBANG, NusantaraPosOnline.Com-Satuan Reserse Narkoba Polresta Jombang meringkus seorang buruh pabrik M Kalam (24 tahun) warga Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Ia ditangkap karena duduga mengendarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Komar Sasmito mengatakan, M Kamal ditangkap pada Selasa 30 Januari 2024, di rumahnya, di Desa Tugusumberejo pukul 05.30 WIB. Saat ia sedang tidur.

“MK ditangkap, karena menyimpan narkotika jenis sabu dan terlibat dalam jaringan jual beli narkotika jenis sabu,” kata AKP Komar. Sabtu (3/2/2024).

Awalnya, sambung Komar, saat hendak ditangkap M Kamal mencoba melawan serta mengelak tuduhan petugas. Namun, setelah dilakukan penggeledahan dirinya tidak bisa berkutik.

“Setelah dilakukan pengeledahan, petugas berhasil menemukan barang bukti, diantaranya ada 6 bungkus plastik berisi sabu masing-masing dengan berat kotor 1,08 gram; 1,08 gram; 1,08 gram; 0,30 gram; 0,28 gram dan 0,28 gram dengan jumlah keseluruhan 4,1 gram.” Terangnya.

Selain itu, petugas juga menemukan, 1 plastik bekas pembungkus sabu berat kotor 0,34 gram; 1 sedotan plastik (skrop); 1 pipet kaca diduga terdapat sisa sabu berat kotor 1,90 gram; 1 timbangan digital dan satu ponsel yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba. Sambungnya.

“Sejumlah barang bukti sabu-sabu yang dimiliki tersangka itu hendak diedarkan kepada teman-teman terdekatnya. Dia mendapatkan sabu-sabu dari seseorang sistem ranjau. Ia dihubungi lewat telepon, kemudian disuruh untuk mengambil barang disuatu tempat,” kata Komar.

Tersangka dan pemasok belum pernah ketemu. MK membeli barang narkoba dengan harga Rp 900 ribu per gram. Kemudian dijual lagi seharga Rp 1.100.000 per gram.

“Hasil keuntungan penjualan barang-barang haram itu, digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan sehari-hari, dan untuk judi sabung ayam. Tersangka juga dapat untung bisa menikmati sabu-sabu gratis,” terangnya.

Tersangka sudah kami tahan, kata Komar, akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan / atau pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara maskimal 12 tahun.***

Pewarta : WAHYU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!