Hukrim  

Polda Jatim Sita Gedung Wismilak Surabaya

Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (14/8/2023) melakukan penggeledahan dan penyitaan gedung Wismilak di Jalan Raya Darmo Surabaya.

SURABAYA, NusantaraPosOnline.Com-Penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (14/8/2023) melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap tanah beserta gedung Wismilak di Jalan Raya Darmo Surabaya, yang dulu merupakan kantor mako Polresta Surabaya Selatan.

Berdasarkan pantauan di sekitar Kantor Wismilak sekitar pukul 09.15 WIB sekitar 6 orang petugas yang mengenakan kemeja putih mulai menggeledah Gedung cagar budaya yang pernah menjadi markas Polisi Istimewa Surabaya itu. Hingga pukul 12.00 WIB, penggeledahan masih berlangsung.

Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kombes Pol. Farman mengatakan bahwa penggeledahan gedung Graha dilakukan oleh Subdit II Tipikor Direktur Reskrimsus Polda Jatim.

“Ada dugaan tindak pidana pemalsuan akta autentik, dan/atau pemalsuan surat, dan/atau tindak pidana korupsi, junto tindak pidana pencucian uang,” jelas Farman, di Surabaya. Senin (14/8/2023)

Dia menjelaskan bahwa tindak pidana yang dilakukan terduga pelaku itu berkaitan dengan penerbitan hak guna bangunan (HGB) dan peralihan hak atas tanah dan bangunan di Jalan Raya Darmo Nomor 36-38 tersebut.

“Tanah tersebut merupakan aset Polri sebagai (bekas) Mapolresta Surabaya Selatan,” kata mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya itu.

Usai melakukan pengeledahan yang berlangsung kurang lebih 7 jam itu, selanjutnya berujung pada penyitaan terhadap gedung yang dibangun tahun 1920-an dengan arsitektur khas Belanda berdasaran arsip sejarah itu.

Penyitaan ini diketahui, setelah petugas Polda Jatim, memasang Papan pengumuman penyitaan itu langsung dipasang di lokasi. Papan pengumuman tersebut berukuran sekitar 3 x 2 meter. Dalam papan pengumuman tesebut bertuliskan sebagai berikut :

Berdasarkan Surat Penetapan Ijin Khusus Penyitaan Nomor 62/PenPid. Sus-TPK-SITA/2023/PN Sby.

Tanah dan Bangunan

  • SHGB Nomor 648.
  • SHGB Nomor 649

Telah disita dalam perkara dugaan tindak pidan.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 subsider Pasal 264 lebih subsider Pasal 263 ayal (1) dan (2) KUHP dan atau Pasal 1 ayat (1) huruf a, b dan d Jo Ayat (2) UU RI No 3 Tahun 1971 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan atau Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 dan Pasal 32 ayat (1) UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah menjadi UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan alau Pas 13 Pasal 4 dan Pasal 5 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. 

Selain memasang papan pengumuman penyitaan, petugas Polda jatim juga memasang police line di lokasi gedung Wismilak yang diduga telah adanya tindak pidana. Agar aparat hukum lebih mudah untuk melakukan penyelidikan atau penyidikan.

Gedung Wismilak diketahui dimiliki oleh PT Wismilak Inti Makmur Tbk dan diresmikan sejak tahun 2009.

Gedung dua lantai tersebut merupakan bangunan bersejarah yang sudah berdiri sejak masa Hindia Belanda.

Oleh Pemerintah Kota Surabaya, gedung tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya sebagaimana tercantum dalam SK nomor: 188.45/251/402.1.04/1996, tertanggal 26 September 1996. (Fri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!