Hukrim  

Sadis, Saksi Korupsi di Semarang Dibunuh Jazadnya Dibakar, Dan Dimutilasi

SEMARANG, NusantaraPosOnline.Com-Iwan Budi Paulus seorang PNS Bapenda Kota Semarang, yang menghilang saat akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengalihan aset di lingkungan Pemerintah Kota Semarang pada 2010, yang sedang diselidiki Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah.

Jazat PNS berusia 51 tahun itu, ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Jenazahnya dibakar dan dimutilasi di kawasan Marina di pesisir utara Kota.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar saat memimpin pencarian mengtakan tulang–tulang jenazah dibuang dengan jarak kurang lebih lima meter tak jauh dari lokasi penemuan di Kawasan Marina.

“Kami sisir bersama petugas gabungan dan kami temukan hari ini ada tangan dan lengan kiri serta lengan kanan dan tungkai kanan,” Kata Irwan, saat memimpin pencarian di lokasi pada Rabu (14/9/2022).

Polisi menduga, dari penemuan tulang tersebut ada dugaan pelaku membuang potongan tubuh jenazah dalam kondisi tidak sempurna terbakar.

“Yang ditemukan ini bagian yang terbakar, walaupun tidak sempurna. Di tulang tangan, masih terdapat sedikit daging yang dikerumuni semut dan lalat. Sejauh ini bagian tangan kanan dan kepala korban belum ditemukan.” Terang Irwan.

BACA JUGA :

Sebanyak 100 personel gabungan dari Basarnas, Satpol PP, BPBD, Tim Inafis, Polrestabes Semarang serta Bidlabfor Polda Jawa Tengah dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dengan mengedepankan Scientific Crime Investigation (SCI), dan mengumpulkan berbagai keterangan serta bukti–bukti tambahan.

“Saat ini sudah 14 saksi yang sudah dimintai keterangan yaitu 8 dari keluarga korban, 3 rekan kerja dan tiga saksi di TKP ,” tandasnya.

Pihaknya berharap, kasus ini segera terungkap jelas dan penyebab kematian korban termasuk motifnya dapat diketahui.

Selain menemukan potongan tubuh, polisi juga telah mengamankan barang bukti sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku pembunuhan. Pisau ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat. “Ini memang bagian dari alat kejahatan,” Kata Irwan Anwar.

Bagi polisi, penemuan pisau ibarat pintu masuk yang dapat mengungkap identitas pelaku. Polisi melakukan penyelidikan terhadap sidik jari yang menempel pada pisau tersebut.

“Bisa untuk menusuk, membunuh, atau memotong itu nanti akan kita kembangkan melalui proses penyelidikan lebih lanjut. Tapi untuk sidik jari sedang dalam proses forensik. Sehingga dalam alat atau barang yang ditemukan ada sidik jari atau tidak,” jelas Irwan.

Seiring jalannya penyelidikan, polisi kembali menemukan berupa tulang rusuk diduga bagian dari jenazah iwan.

Menurutnya, hasil temuan tersebut akan dibawa ke rumah sakit untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan. “Bukti bukti yang kita temukan langsung kita bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Iwan Budi Paulus, itu tak lagi pulang ke rumah setelah berangkat bekerja pada Rabu pagi 24 Agustus 2022. Kemudian dilaporkan hilang pada Kamis 25 Agustus 2022 lalu.

Terakhir keberadaan Iwan Budi terpantau melalui CCTV saat melintas di depan Akademi Kepolisian (AKPOL) Semarang JL Sultan Agung, namun setelah itu tidak terlacak lagi.

Kemudian kasus hilanya Iwan Budi dilaporkan pihak keluarga kepolisian pada Kamis 25 Agustus 2022.

Selanjutnya, sekitar dua pekan kemudian yakni pada 8 September 2022, polisi mendapat laporan dari penjaga lahan milik PT Family di kawasan Marina di pesisir utara Kota Semarang tentang penemuan sebuah bangkai sepeda motor yang hangus akibat terbakar.

Bersama dengan itu juga ditemukan juga sesosok jasad yang juga sudah hangus terbakar. Temuan jasad tesebut, diduga mengarah pada sosok Iwan Budi Paulus.

Hal ini diperkuat dengan hasil olah TKP di lokasi penemuan mayat, polisi menukan bahwa bangkai sepeda motor yang ludes terbakar tersebut merupakan kendaraan dinas milik Pemkot Semarang bernomor polisi H 9799 RA yang memang merupakan sepeda motor operasional yang biasanya digunakan oleh Iwan Budi.

Dari lokasi kejadian polisi juga menemukan beberapa barang lain diantarnya tanda pengenal pegawai Pemerintah Kota Semarang milik Iwan Budi, Komputer jinjing serta ponsel yang diduga milik Iwan Budi serta sebilah pisau.

Namun, kala itu, polisi belum bisa memastikan jasad yang terbakar itu merupakan Iwan Budi Paulus. Untuk memastikan hal polisi melakukan tes DNA yang dicocokkan dengan sampel milik keluarga Iwan Budi.

Dari hasil tes DNA dari kerangka jenazah yang ditemukan di Marina dan sampel anak Iwan Budi Paulus diketahui identik.

“Tes DNA dilakukan tim Puslabfor Mabes Polri dari lima sampel yaitu tulang iga korban, tulang clavicula (enthong), sampel 2 DNA anak laki-laki dan sampel DNA anak perempuan. Hasil temuannya identik, jadi 100 persen dipastikan bahwa kerangka tersebut adalah saudara Iwan,” kata Iqbal, Rabu petang (14/9/2022).

Dalam kasus hilangnya Iwan Budi Paulus diduga ada sangkutannya dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengalihan aset di lingkungan Pemerintah Kota Semarang pada 2010 lalu, yang sedang diselidiki Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah.

Iwan Budi merupakan salah seorang saksi yang mengetahui dugaan tindak pidana yang sedang ditelusuri Polda Jawa Tengah itu.

Iwan sendiri dijadwalkan untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan perkara ini pada 25 Agustus 2022. Namun sehari sebelumnya Iwan menghilang, dan akhirnya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!