godaddy

pizzahut

bluehost

shopclues

bookmyshow

globalnin.com

Senin , November 30 2020
Home / Agama / Sebar Kabat Hoax Mengaku Dianiaya, Marbut di Garut Jadi tersangka

Sebar Kabat Hoax Mengaku Dianiaya, Marbut di Garut Jadi tersangka

GARUT, NusantaraPosOnline.Com-Polda Jabar menetapkan Uyu Ruhyana (56) seorang marbot Masjid Besar Al-Istiqomah di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, sebagai tersangka atas kasus laporan palsu. Pihak kepolisian pun akan mendalami lebih lanjut untuk memastikan adanya aktor intelektual atau tidak dalam kasus tersebut.

Sebelumnya beredar kabar bahwa seorang marbot Masjid Besar Al-Istiqomah dianiaya seseorang tak dikenal. Kabar itu tak hanya beredar melalui pesan berantai via whatsapp, namun muncul pemberitaan di sejumlah media online.

Dari pesan itu disampaikan kronologi bahwa Uyu ditemukan di dalam masjid dalam kondisi tangan kaki terikat, mulut sudah disumpal di samping kursi kayu yang patah sebelum salat subuh. Di pesan yang tak jelas itu pun disampaikan bahwa korban mengalami luka senjata tajam.

Namun, Polda Jabar memastikan berita penganiayaan itu adalah hoax. Hasil pemeriksaan sementara, Uyu mengakui bahwa peristiwa tersebut merupakan rekayasa dirinya.

“Saat ini (Uyu) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia membuat laporan palsu atas kasus rekayasa,” kata Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto saat gelar perkara di Mapolda jabar, kamis (1/3/2018).

Sebelum kabar itu terungkap, Agung mengatakan, tersangka mengaku dianiaya oleh lima orang tak dikenal. “Perbuatan ini dilakukan oleh yang bersangkutan sendiri. Tapi ke depan, Polda akan melakukan pemeriksaan mendalam apakah ada yang menyuruh, kalau ada kita proses,” pungkasnya.

Sementara itu, Uyu mengakui perbuatnya merekayasa kejadian karena penghasilannya sebagai marbut Masjid Besar Al Istiqomah tidak cukup memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Saya ingin menyampaikan kejadian yang beredar di Facebook hanya rekayasa saya,” katanya, Kamis (1/3).

Munculnya ide itu berawal ketika anaknya meminta dibelikan mesin pemotong rumput untuk kerja. Namun, ia kebingungan karena gajinya sebesar Rp 125 ribu hanya cukup untuk keperluan rumah tangga. Itupun masih kurang. Sempat ada keinginan untuk pinjam uang. Tetapi tidak tahu harus minta tolong ke siapa.

Hingga akhirnya, pada Selasa (27/2) malam ia mendapatkan ide untuk berpura-pura menjadi korban penganiayaan. Tujuannya menarik simpati dari masyarakat.

“Perbuatan itu saya mengharapkan dikasih uang,” terangnya. (bd)

Check Also

Kemenag RI Tiadakan Ibadah Haji 2020 Akibat Pandemi Covid-19

JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kementerian Agama (Kemenag) RI menyatakan meniadakan Ibadah Haji 2020 karena pandemi Covid-19 masih terjadi hampir …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!