Hukrim  

Jadi Tersangka Korupsi, Segini Harta Kekayaan Kadinkes Kota Batu

Kejari Kota Batu tahan Kepala Dinkes Kota Batu, Drg Kartika Trisulandari, terkait kasus korupsi Puskesmas Bumiaji Kota Bartu TA 2021. Selasa (9/1/2024).

BATU, NusantaraPosOnline.Com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu menetapkan telah menetapkan status tersangka pada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Kartika Trisulandari, terkait kasus korupsi Puskesmas Bumiaji Kota Bartu, pada Selasa 9 Januari  2024 lalu.

Adapun mengutip pada situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total harta kekayaan dimiliki oleh Kartika mencapai Rp 3.003.195.065. Besaran tersebut terhitung dilaporkan pada 15 Februari 2023 / periodik. Dan Harta tesebut lebih dominan berupa tanah dan bangunan.

Harta tersebut terdiri dari properti berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1.220.000.000 kemudian kas dan setara kas senilai Rp 1.132.195.065. Adapun harta berupa alat transportasi dan mesin, nilainya mencapai Rp 651.000.000 yang terdiri dari 3 mobil dan 1 motor.

Rinciannya mobil hinda HRV tahun 2017 merupakan hasil pribadi senilai Rp 216 juta. Kemudian mobil bermerk Honda Brio 2018 senilai Rp 117 juta, merupakan hasil pribadi. Mobil Hyundai Stargazer hasil pribadi senilai Rp 313 juta. Dan motor sejumlah Rp 5 juta dari hasil sendiri berjenis Honda NC 110 Vario. Lainnya terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 1.220.000.000, kemudian kas dan setara kas senilai Rp 1.132.195.065.

Untuk diketahui sebelumnya, yakni pada Selasa 9 Januari 2024 lalu, Kejari  Kota Batu menetapkan 2 tersangka baru dalam kasus korupsi Puskesmas Bumiaji

Dua tersangka tersebut, yakni Kepala Dinkes Kota Batu Kartika Trisulandari dan dari pihak swasta Abdul Khanif. Hingga saat ini total ada 4 tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejari, dengan rincian 3 tersangka dari pihak swasta dan 1 tersangka dari ASN.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu Didik Adyotomo mengatakan, penangkap 2 tersangka merupakan hasil dari pendalaman pada kasus dugaan Korupsi Puskesmas Bumiaji.

Dalam penangkapan ini, Kepala Dinkes Kota Batu Kartika Trisulandari berperan sebagai pengguna anggaran (PA) pada Dinas Kesehatan Kota Batu 2021 sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Bumiaji pada Dinas Kesehatan Kota Batu Tahun Anggaran 2021.

Sementara itu, Abdul Khanif ditangkap selaku pihak swasta yang bekerja sama dengan tersangka Angga Dwi Prastya dalam pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Bumiaji pada Dinas Kesehatan Kota Batu dengan anggaran yang tidak sesuai dengan kontrak. Tersangka lain Angga Dwi Prastya selaku Direktur CV Punakawan sebagai pelaksana pekerjaan dan Diah Aryati Direktur CV DAP selaku konsultan pengawas yang telah di tangkap pada 11 Oktober 2023.

Dalam kasus tersebut, Kartika ditangkap karena sebagai PPK tidak melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan Puskesmas Bumiaji dengan cermat.

Didik mengatakan, Kartika menerima hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak dan hal tersebut melanggar Pasal 57 ayat (2) Perpres 16 Tahun 2018.

“Menurut peraturan LKPP No.12 Tahun 2021 sebelum serah terima, pejabat penandatanganan kontrak harus melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang tercantum pada kontrak,” Terang Kajari. Selasa (9/2/2024).

Di sisi lain, tersangka Abdul Khanif ditangkap karena menyusun dokumen penawaran paket tender belanja modal bangunan gedung kantor untuk rehabilitasi gedung Puskesmas Bumiaji bersama tersangka Angga Dwi Prastya.

Abdul mencantumkan nama Doddy Irawan Ali Pasono selaku pelaksana bangunan gedung dan Tri Asmaraning Tyas Arum selaku ahli K3 konstruksi.

“Terjadi pemalsuan tanda tangan dan riwayat personel pada dokumen-dokumen yang ada,” katanya.

Didik melanjutkan, Abdul juga turut serta dalam ketidaksesuaian spesifikasi teknis seperti yang tertera di kontrak. Nilai kontrak yang ada sebanyak Rp 97.697.600.

“Tersangka juga ikut dalam menyusun dokumen permohonan pembayaran pekerjaan yang menyatakan pekerjaan telah selesai 100 persen dan mengajukan permintaan serah terima,” ujarnya.

Dengan bukti-bukti yang telah ditemukan, dua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi. Sesuai ketentuan Pasal 21 KUHAP mengenai penahanan, maka Kartika dan Abdul terancam pidana lima tahun atau lebih. Saat ini, Kartika ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Malang.

Sementara Abdul telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang. Kasi Pidsus Kejari Batu Pujo Rasmoyo mengatakan, penahan akan dilakukan dalam 20 hari ke depan. “Bisa diperpanjang juga sampai 40 hari kepentingan penyidikan,” katanya.

Pujo melanjutkan, setelah penetapan tersangka akan dilanjutkan dengan pendalaman khusus terhadap masing-masing tersangka. Hal ini dilakukan dalam rangka penyusunan berkas perkara untuk diserahkan ke Penuntut Umum.***

Editor : TAYIN. K

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!