JAKARTA, NusantaraPosOnline.Com-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan dua kapal pariwisata bottom glass buatan dalam negeri untuk mendukung pengembangan wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi salah satu destinasi wisata prioritas.
Dua unit kapal yang diresmikan diberi nama Baswari Bahari yang artinya bersinar di laut.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan, Labuan Bajo menjadi destinasi wisata internasional yang sama baiknya dengan Bali. Tentu, Kemenhub akan memberikan dukungan secara konsisten untuk mewujudkannya.
Baca Juga :
- LSM ARAK Minta Penegak Hukum Usut Kasus Proyek 3.000 Bus BRT Di Kemenhub
- Pelantikan Djoko Sasono Sebagai Sekjen, Lsm Arak : Apa Menhub Sudah Pikun, Lupa Kasus 3000 BRT ?
- Membongkar Sengkarut Dana Subsidi Pengoperasian BRT, Dan Proyek 30 BRT Surabaya Metropolitan Area
- Jokowi Dikerjain Proyek 3000 BRT Pejabat Kemenhub RI
- Lsm Arak, Cium Bau KKN Di Proyek 3000 BRT Kemenhub
“Adanya kapal ini menjadi suatu daya tarik yang akan memikat wisatawan baik domestik maupun internasional. Oleh karenanya, saya pesan kepada pemerintah daerah (Pemda) agar kapal tersebut dikelola dengan baik,” kata Budi Karya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa 22 Maret 2022.
Tipe kapal ini berupa Katamaran yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawah dan dapat menampung 44 orang dan 7 anak buah kapal (ABK). Dan kapal ini memiliki panjang 23,1 meter (m)/GT yang dibangun Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kemenhub sebanyak empat unit Kapal Bottom Glass untuk mendukung wisata super prioritas dengan alokasi anggaran kurang lebih Rp 80 miliar.
Tender / Lelang pengadaan kapal dilaksanakan oleh Kemenhub RI. Kapal ini mulai dibangun sejak 2020 dengan masing-masing, dua untuk destinasi wisata Likupang, sedangkan yang dua dua lainnya untuk Labuan Bajo.
Baca Juga :
- Kemenhub Menutupi Proyek 3000 BRT Yang Mangkrak
- Buntut Proyek 3000 BRT Kemehub, Lsm Arak Minta 4 Pejabat Dipecat
- Membongkar Borok Proyek 3000 BRT Kemenhub
- Lsm Arak : Proyek Pengadaan 3000 BRT Kemenhub Rugikan Negara
- DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Korupsi Bus BRT Kota Semarang
Kapal destinasi wisata Labuan Bajo ini selanjutnya dihibahkan oleh Kemenhub RI kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan harapan Pemda NTT dapat memanfaatkan kapal tersebut dengan maksimal untuk mendukung sektor pariwisata dan menumbuhkan perekonomian baru di derah. (Bd)










